Breaking News:

Sponsored Content

Dukung Pulihnya Ekonomi Bali di Masa Pandemi, PLN Listriki Usaha Budidaya Ayam Broiler

PLN ULP Klungkung telah melakukan penyalaan pelanggan premium untuk kandang ayam broiler dengan sistem closed house di 6 titik penyalaan di Kabupaten

Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/PLN
PLN ULP Klungkung melakukan penyalaan pelanggan premium untuk kandang ayam broiler dengan sistem closed house di 6 titik penyalaan di Kabupaten Klungkung 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – PT PLN (Persero) UID Bali berkomitmen untuk terus mendukung pulihnya perekonomian melalui program electrifying agriculture yakni meningkatkan produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun perkebunan dengan mendorong pemanfaatan teknologi berbasis listrik.

Sejalan dengan hal ini, PLN ULP Klungkung telah melakukan penyalaan pelanggan premium untuk kandang ayam broiler dengan sistem closed house di 6 titik penyalaan di Kabupaten Klungkung.

“Melalui program PLN yaitu Electrifying Agriculture, di mana PLN selalu hadir demi memberikan fasiltas listrik kepada industri – industri khususnya pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, kami telah melakukan penyalaan pelanggan premium yang memastikan keandalan listrik untuk kandang ayam broiler sistem closed house ini,” ungkap Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Klungkung, Komang Tria Aprianta dalam kunjungannya ke salah satu pelaku usaha budidaya ayam broiler di Desa Dawan Kelod, Klungkung.

Ia menjelaskan bahwa di masa pandemi Covid – 19, ketahanan pangan menjadi kebutuhan yang harus dijaga keberlangsungannya, sehingga sudah selayaknya para pelaku usaha yang berinovasi untuk meningkatkan produktivitasnya harus didukung.

Baca juga: Jaga Daya Beli Masyarakat, PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Pemerintah hingga Desember 2021

I Wayan Kenak, pemilik usaha budidaya ayam broiler yang saat ini telah menikmati listrik premium golongan tarif LB2, dengan 136 kVA, mengatakan bahwa dukungan PLN ini mampu meningkatkan hasil panen ayam hingga 2 kali lipat lebih tinggi.

“Kami menggunakan sistem kandang tertutup atau closed house yang membutuhkan stabilitas suhu, dan pengaturan cahaya, sehingga membutuhkan pasokan listrik yang lebih besar dan andal,” jelas Wayan Kenak.

Dirinya juga menuturkan dengan sistem closed house ini selain panen yang lebih menguntungkan yakni mencapai 100.000 ekor per bulannya dibanding open house, juga mampu menekan biaya produksi hingga 11%.

“Dampak terhadap lingkungan juga lebih minim, karena tidak adanya bau, dan limbah pada selokan serta sisa sekam yang tercampur dengan kotoran ayam dapat digunakan untuk pupuk pada tanaman jeruk di Kintamani,”jelasnya.

Dirinya juga turut mengajak masyarakat khususnya pelaku usaha untuk mengikuti jejaknya menggunakan listrik premium broze yang ditawarkan PLN, karena dapat memperoleh layanan utama dari PLN seperti pemasangan jaringan khusus dan jaminan pemasangan genset jika terjadi padam lebih dari 5 jam.

“Tentunya yang terpenting kepastian keandalan listrik ini mampu meningkatkan produktivitas hasil usaha serta pengembangan usaha di masa yang akan datang,” kata Wayan Kenak.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved