Breaking News:

Berita Buleleng

Lestariana Dapat Lampu Hijau untuk Kembali Memimpin Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng  

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memberikan lampu hijau kepada Made Lestariana

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana dapat lampu hijau dari Bupati untuk memimpin periode 2021-2026 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memberikan lampu hijau kepada Made Lestariana untuk kembali memimpin Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng periode 2021-2026.

Hal itu Ia sampaikan saat menghadiri rapat tahunan Jumat 23 Juli 2021.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

Suradnyana menyebut, meski dalam situasi pandemi, keuntungan atau laba yang didapatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng meningkat dari tahun sebelumnya.

Ia pun berpesan, kedepan pendataan air harus disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Buleleng agar suplai air bersih untuk masyarakat terjaga dengan baik.

"Bukan soal profit saja. Fungsi sosial untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat juga sangat penting," katanya.

Suradnyana pun tidak memungkiri, masa jabatan Direktur Tirta Hita Buleleng akan berakhir pada Agustus mendatang.

Sebagai kuasa pemilik saham, Ia pun memberikan lampu hijau kepada Lestariana, menambah jabatannya menjadi dua periode.

"Sudah berhasil mendapat penghargaan Top BUMD tingkat nasional, kenapa musti sibuk ngurus pengganti. Lanjutkan saja. Aturannya boleh kok," ucapnya.

Sementara Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana mengaku sangat bersyukur diberi lampu hijau.

Pasalnya sesuai PP Nomor 54 tahun 2017, Permendagri Nomor 37 tahun 2018 dan Perda Buleleng Nomor 4 tahun 2020, Direksi yang menunjukan kinerja baik dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Bahkan bisa diangkat lagi pada periode ke tiga jika menunjukan prestasi luar biasa.

Lestariana menyebut, pada tahun 2020 capaian laba bersih yang dikantongi sebesar Rp10.9 Miliar.

Dari laba bersih itu, yang dikontribusikan untuk PAD sebesar Rp5.75 Miliar.

Sementara untuk tahun ini setoran PAD dari capaian laba bersih ditargetkan sebesar Rp6.3 Miliar.

"Tunggakan pembayaran tagihan air dari pelanggan tahun meningkat 25 persen. Kami sadari karena situasi pandemi ini, perekonomian masyarakat susah. Peningkatan ini masih dibatas normal dan tidak mengganggu operasional perusahaan," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved