Breaking News:

Berita Denpasar

Budiarsana Meninggal Kena Tebas di Bali, Buntut Penarikan Motor, Tak Terkait Ormas & Etnis Tertentu

Perkelahian antara dua orang pria dengan kelompok debt collector terjadi di kawasan Monang Maning

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Firizki Irwan
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat bersama anggota jajaran saat meninjau lokasi atau TKP awal kasus pembunuhan di Jalan Subur, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat pada Jumat 23 Juli 2021 - Budiarsana Meninggal Kena Tebas di Bali, Buntut Penarikan Motor, Tak Terkait Ormas & Etnis Tertentu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkelahian antara dua orang pria dengan kelompok debt collector terjadi di kawasan Monang Maning, Banjar Sangga Agung, Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Kora Denpasar, Bali, Jumat 23 Juli 2021 sekitar pukul 15.00 Wita.

Perkelahian itu diduga terjadi karena urusan kredit macet. Debt collector hendak menarik unit sepeda motor di satu pihak, dan pihak lainnya tidak terima motornya ditarik.

Keributan berujung dengan tewasnya Gede Budiarsana (34).

Gede Budiarsana tewas di tengah badan jalan di Jalan Subur, Desa Tegal Harum, Denpasar dengan kondisi mengenaskan bersimbah darah terkena sabetan benda tajam diduga dari kelompok tertentu.

Baca juga: Dapati Putrinya Bareng Pacar di Kamar, Sang Ayah Tebas Pacar Putrinya, Pintu Kamar Dikunci

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tribun Bali, Gede Budiarsana yang berasal dari Kubutambahan Buleleng tersebut bekerja sebagai security di sebuah tempat hiburan di Denpasar.

"Korban datang bersama kakaknya. Kakaknya yang menunggak kredit sepeda motornya ditarik. Dia datang ke TKP bersama kakaknya yang berinisial GW itu," ujar seorang sumber Tribun Bali.

"Kakaknya, GW alias JD ini berhasil kabur dari kejaran kelompok tertentu dengan ojek online yang kebetulan lewat di lokasi. Lalu adiknya ini yang tidak terselamatkan," sambungnya.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, perkelahian tersebut melibatkan kelompok etnis tertentu atau antara anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) tertentu.

Karena itu Tribun Bali menggali keterangan resmi dari pejabat kepolisian terkait bagaimana kronologis kejadian kasus pembunuhan ini.

Polisi menyebutkan, permasalahan tidak ada kaitannya dengan ormas dan kelompok, melainkan permasalahan pribadi atau urusan finance (utang).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved