Breaking News:

Berita Bali

Proyek Pelabuhan Segitiga Emas Terancam Molor, DPRD Bali Target Sudah Bisa Digunakan pada 2022

Pasalnya, proyek Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida mengalami kemunduran dari target yang sebelumnya Juli 2021 menjadi Oktober 2021

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Jumat, 23 Juli 2021 - Proyek Pelabuhan Segitiga Emas Terancam Molor, DPRD Bali Desak pada 2022 Sudah Bisa Digunakan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Proyek pelabuhan di kawasan segitiga emas di Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan diperkirakan mundur dari target.

Pasalnya, proyek Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida mengalami kemunduran dari target yang sebelumnya Juli 2021 menjadi Oktober 2021.

Keterlambatan ini membuat banyak masyarakat di tiga kawasan tersebut kecewa.

Pasalnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi maupun spiritual antara tiga wilayah tersebut.

Baca juga: DPRD Bali Ajak Sukseskan PPKM Darurat, Suyasa: Bukan Hanya Pemerintah yang Khawatir, Kita Juga

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana alias Gung Adhi mengatakan bahwa pihaknya berharap proyek Pelabuhan tersebut dalam selesai dan beroperasi sesuai target.

"Dewan tentu berharap agar pelabuhan dapat selesai dan beroperasi sesuai target," katanya Minggu 25 Juli 2021.

Ia menyebutkan bahwa dari pengamatan pihaknya sebagai lembaga legislatif, proyek tersebut mengalami keterlambatan akibat adanya perubahan design berupa style Bali di Pelabuhan Sampalan yang berada di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tersebut.

Menurut politikus PDIP ini, keterlambatan tersebut dianggap masih dapat dimaklumi jika masih dalam koridor satu tahun anggaran yang sama.

"Hanya sesuai yang kami amati atas adanya perubahan desain terkait style bali beberapa waktu lalu, keterlambatan penyelesaian merupakan keniscayaan namun masih dalam koridor 1 tahun anggaran yang sama, secara tata laksana proyek tentu ada yang namanya perbaikan dan penyesuaian waktu,"  ungkap Gung Adhi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar ketiga proyek tersebut dapat selesai sesuai rencana.

Sehingga, pelabuhan segitiga emas tersebut dapat melayani masyarakat pada tahun 2022 mendatang.

"Semakin cepat beroperasi maka semakin cepat salah satu penghubung pusat ekonomi tentu memiliki potensi meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Harus dapat beroperasi pada tahun 2022," paparnya.

Seperti diketahui, proyek pelabuhan di kawasan segitiga emas tersebut menghabiskan anggaran hampir Rp 555 miliar yang berasal dari APBN.

Untuk, Pelabuhan Sampalan sendiri akan dibangun dengan dua lantai, dengan luas area kolam sekitar 9.000 meter persegi.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 25 Juli 2021, DPRD Bali Imbau Masyarakat Ikut Sukseskan

Pelabuhan Sampalan akan memiliki kapasitas sandar 10 fast boat.

Pembangunan Pelabuhan Sampalan ini menghabiskan biaya Rp 82 miliar, dengan sumber dana multiyears 2020 dan 2021 dari APBN dan APBD Provinsi Bali.

Sedangkan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan akan dibangun terkoneksi antara fast boat dan Kapal Roro (Roll on-roll off).

Pelabuhan Bias Munjul yang akan dibangun dalam area seluas 53 are, diestimasi menghabiskan anggaran sekitar Rp 97 miliar.

Sementara, Pelabuhan Laut Sanur di Kota Denpasar sendiri juga diperkirakan bakal menghabiskan anggaran sebanyak Rp 376 miliar.

Di sisi lain, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa pihaknya telah meminta pelaksana proyek yakni PT Nindya Karya untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan target yakin pada tahun 2021 ini

“Saya juga telah memanggil Dirut Pelaksana dari pembangunan pelabuhan ini, dan meminta agar menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan target,” kata Koster saat melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Jumat, 23 Juli 2021.

Dalam sidaknya tersebut, Koster menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Sampalan merupakan program infrastruktur darat, laut, udara secara terkoneksi dan terintegrasi.

Dimana pada tahun ini, ada tiga pelabuhan yang dibangun, yakni, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sanur di Denpasar.

Untuk Pelabuhan Sampalan, ia mengakui ada sedikit mengalami kemunduran.

Pasalnya, awalnya pihaknya menargetkan proyek pembangunan pelabuhan tersebut selesai pada Juli 2021, tetapi ini akan mundur sampai bulan Oktober 2021.

Baca juga: Mendagri Tegur 19 Provinsi yang Belum Maksimal Realisasikan Dana Covid-19, Ini Respon DPRD Bali

Koster menyebut kemunduran tersebut diakibatkan adanya kasus Covid-19 dan masalah teknis, yaitu perubahan desain.

“Jadi tidak ada masalah, Oktober ini ditarget selesai,” tegasnya

Kemudian di Pelabuhan Bias Munjul, ia mengungkapkan bahwa sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan RI.

Awalnya, dalam proyek tersebut pihaknya mengalami kendala mengenai perizinan untuk pengerukan di laut dan reklamasi.

Namun, saat ini izin tersebut sudah rampung dan PT. Nindya Karya yang menjadi pelaksana pembangunan pelabuhan di Bias Munjul kembali menjalankan proyek tersebut.

“Semula ada kendala karena perizinan untuk pengerukan di laut dan reklamasi yang belum keluar, dan sekarang sudah keluar, sehingga PT. Nindya Karya yang menjadi pelaksana pembangunan pelabuhan di Bias Munjul ini sudah bisa kembali bekerja,” ungkap mantan Anggota DPR RI tiga Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Menurut dia, pembangunan Pelabuhan Bias Munjul ini menjadi satu program yang sangat monumental di Nusa Penida.

Ini karena belum pernah ada pelabuhan besar seperti ini yang dibangun oleh Gubernur-gubenur sebelumnya sejak Provinsi Bali berdiri pada 1958.

“Mengingat sejak lama atau Nusa Penida ini ada, belum pernah ada pelabuhan sebesar ini. Pelabuhan ini juga Saya kira akan menjadi salah satu fasilitas yang membanggakan, tidak saja untuk Nusa Penida, Klungkung dan masyarakat Bali, tapi juga untuk masyarakat Indonesia pada umumnya,” paparnya.

Koster mengaku membangun pelabuhan tersebut agar kebutuhan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas ke Denpasar atau ke Klungkung daratan, dan daerah lainnya dapat terpenuhi.

“Saya bangun di sini, supaya betul-betul dapat melayani kebutuhan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas ke Denpasar atau ke Klungkung daratan, dan daerah lainnya dengan cara menyebrang laut,” ujarnya dalam sidaknya yang didampingi langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Kadishub Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta.

Keberadaan Pelabuhan Sampalan pada khususnya juga sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun spiritual.

Alasannya, karena di Nusa Penida terdapat Pura yang sangat disucikan dan dimuliakan oleh masyarakat Bali, yaitu Pura Ratu Gede Dalem Ped.

“Apalagi saat Pujawali sangat banyak umat Hindu yang ke Nusa Penida, dan selama ini salah satu kendala yang dialami umat ialah masalah prasarana transportasi,” kata Koster

Ia juga menyatakan dibangunnya Pelabuhan Sampalan tentu akan menjadi fasilitas pendukung utama bagi wisatawan yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Karena pihaknya mengikuti perkembangannya, Nusa Penida telah menjadi destinasi wisata yang terbaik di dunia, diantara destinasi yang dimiliki Provinsi Bali ini.

Sebagai penutup, Gubernur Bali mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga dengan baik Pulau Nusa Penida.

Karena Koster meyakini Nusa Penida adalah Pulau yang memiliki kekuatan spiritual luar biasa dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Saya titip kepada Bapak Bupati Klungkung dan masyarakat di Nusa Penida, agar memahami semua tata titi yang ada di Nusa Penida, karena ini wilayah yang sakral. Begitu juga pembangunannya juga harus ditata, dimana boleh membangun dan dimana tidak boleh membangun. Saya juga sedang membuat perencanaan tata ruang khusus untuk Nusa Penida, agar pembangunan kedepannya bisa diarahkan dan dikelola dengan baik, supaya tidak kacau balau kedepan dan Pulau yang istimewa ini tidak rusak keberadaannya,” pungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved