Breaking News:

Berita Bali

Cerita Jro Dolah Pasca Mengalami Peristiwa Penganiayaan yang Juga Menyebabkan Nyawa Adiknya Melayang

permasalahan yang dimulai karena kredit macet sepeda motor tersebut membuat dia menjadi korban penganiayaan, bahkan membuat nyawa adiknya melayang

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Ketut Widiada alias jro Dolah didampingi kuasa hukum dan advokat lainnya saat mengadakan jumpa pers terkait tragedi pembunuhan Gede Budiarsana (34), Senin 26 Juli 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dengan terbalut perban di kepala, Ketut Widiada alias Jro Dolah (37) masih terbayang peristiwa berdarah yang ia alami bersama adiknya Gede Budiarsana alias De Budi (34).

Peristiwa penebasan dan pengeroyokan yang dilakukan debt collector di Jalan Gunung Patuha VII, Nomor 9C, Banjar Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat dan di Simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat masih membekas di pikirannya.

Ia tidak menyangka, permasalahan yang dimulai karena kredit macet sepeda motor tersebut membuat dia menjadi korban penganiayaan, bahkan membuat nyawa adiknya melayang.

Jro Dolah menceritakan kembali awal mula kejadian tersebut bisa menimpa dirinya dan De Budi.

Baca juga: Ini Peran Masing-masing 7 Pelaku Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar, Polisi Pastikan IWS Aktor Utama

Ditemui di Warung Serayu, Jalan Gunung Sanghyang, Padangsambian, Denpasar Barat pada Senin 26 Juli 2021 siang dengan kepala yang masih dibalut perban dan pandangan mata yang sesekali kosong, ia menceritakan kembali tragedi tersebut bermula saat empat orang yang mengaku sebagai debt collector datang ke tempat tinggalnya di wilayah Kuta, Kabupaten Badung pada Jumat 23 Juli 2021 pukul 14.00 wita.

Saat itu Jro Dolah yang berada di rumahnya, dihampiri debt collector lalu menanyakan unit sepeda motor Yamaha Lexi yang menunggak pembayaran kredit untuk kemudian ditarik dari pemilik.

Namun saat itu, ia mengatakan bahwa sepeda motor yang ia pakai bukanlah miliknya melainkan milik temannya bernama Doni.

"Waktu itu saya bilang, jangan pak saya kan masih minjem. Motor itu bukan milik saya tapi teman, namanya Doni. Lalu saya tanya, apa ada surat tugasnya atau fidusianya," ujar Ketut Widiada alias Jro Dolah, Senin 26 Juli 2021.

Merasa bingung dengan pertanyaan soal surat fidusia atau surat pengalihan hak kepemilikan, salah satu debt collector kemudian menelepon orang yang bertugas di kantor PT BMMS bernama Fendi dan Joe.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved