Breaking News:

Berita Bali

Cerita Jro Dolah Pasca Mengalami Peristiwa Penganiayaan yang Juga Menyebabkan Nyawa Adiknya Melayang

permasalahan yang dimulai karena kredit macet sepeda motor tersebut membuat dia menjadi korban penganiayaan, bahkan membuat nyawa adiknya melayang

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Ketut Widiada alias jro Dolah didampingi kuasa hukum dan advokat lainnya saat mengadakan jumpa pers terkait tragedi pembunuhan Gede Budiarsana (34), Senin 26 Juli 2021. 

"Saya tanyakan solusinya, tapi mereka tetap ingin tarik motor tersebut," terangnya.

Kemudian oleh De Budi melanjutkan pembicaraan mengenai penarikan sepeda motor dan aturannya, De Budi lakukan hal itu mengingat dirinya pernah menjadi debt collector.

"Dia (De Budi) itu sempat menanyakan ada surat putusan pengadilan dan surat fidusia gak, tapi kelompok ini berdalih tidak memahami itu," lanjut Jro Dolah didampi kuasa hukumannya.

Mengetahui hal itu, situasi mulai memanas takala Jro Dolah mau merekam menggunakan handphone miliknya namun dirampas oleh Joe dan dilanjutkan dengan nada membentak.

Seketika semua yang ada di lokasi terbangun dan tanpa diduga Benny Bakarbessy mengeluarkan parang sambil menyerukan perintah untuk membunuh.

Baca juga: Pelaku Terancam Pasal Pengeroyokan, Kasus Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar

"Saya dengar ada perintah 'bunuh' dari Benny," ingatnya.

Mengetahui hal itu, De Budi spontan memukul Joe sedangkan Benny mengayunkan parang ke arah Jro Dolah, beruntung dirinya dapat menghindar dan mengambil parang yang dibawa Benny.

"Tapi dari belakang saya dihajar, adik saya juga dihajar. Sampai saya jatuh, saya lalu dipukul pakai kursi plastik. Lalu kami berdua lari keluar, nah saat itu saya terkena pukulan pakai helm," cerita Jro Dolah.

Saat De Budi dan Jro Dolah mencoba kabur, De Budi kembali menghalau dan saling berebut parang dengan Benny, akan tetapi disaat yang bersamaan datang anggota debt collector lainnya salah satu diantaranya pelaku, I Wayan Sadia alias Sinar.

Disaat itu juga, parang yang saling direbutkan dengan Benny justru mengenai kepala belakang I Wayan Sadia hingga mengalami luka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved