Breaking News:

Berita Bali

Ratusan Orang Tua Siswa Datangi DPRD Bali,Sampaikan Aspirasi Agar Anaknya Dapat Masuk Sekolah Negeri

Mereka datang untuk mengadukan nasib buah hatinya yang tercecer dan tidak diterima di SMA/SMK negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Ratusan orang tua siswa mendatangi halaman dan Lobi Gedung DPRD Bali mendadak ramai, Senin 26 Juli 2021 untuk mengadukan nasib buah hatinya yang tercecer dan tidak diterima di SMA/SMK negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Halaman dan Lobi Gedung DPRD Bali mendadak ramai, Senin 26 Juli 2021.

Bukan hanya orang yang mengantri vaksin, tetapi oleh ratusan orang tua dan para siswa yang datang menggeruduk gedung wakil rakyat tersebut.

Mereka datang untuk mengadukan nasib buah hatinya yang tercecer dan tidak diterima di SMA/SMK negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022.

Kedatangan mereka sendiri diterima langsung oleh para wakil rakyat yakni Wakil Ketua I DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, Wakil Ketua II DPRD Bali Nyoman Suyasa, dan Wakil Ketua III DPRD Bali Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati alias Cok Anom.

Baca juga: Proyek Pelabuhan Segitiga Emas Terancam Molor, DPRD Bali Target Sudah Bisa Digunakan pada 2022

Selain itu pula hadir, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, Anggota Komisi IV Wayan Rawan Atmaja, Nyoman Wirya, Anggota Komisi III DPRD Bali Wayan Kariarta, Luh Yuniati, Ketua Komisi I Nyoman Adnyana, Ketut Juliarta, dan Anggota Komisi II, Grace Anastasya Surya Widjaja.

Dalam aksinya, para orang tua murid yang diwakili oleh Koordinator Orang Tua dan Siswa Wayan Manu mengaku dirinya prihatin nasib para siswa yang tercecer dan tidak diterima di sekolah negeri.

Apalagi, saat ini proses PPDB untuk SMK/SMK telah ditutup dan proses belajar/mengajar telah dilakukan sejak dua minggu lalu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku untuk meneruskan pendidikan buah hati mereka ke sekolah swasta, mereka terkendala dengan biaya yang cukup mahal.

“Kalau kami sekolah ke swasta, terbentur biaya pak. Kalau kami sekolah di negeri, kami hanya dijanji-janjikan terus,” ujar Manu.

Pihaknya juga menyebut bahwa data-data para siswa tersebut sejatinya sudah sempat diserahkan ke Komisi IV dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk dilaporkan dan dimintai bantuan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved