Serba Serbi
Sasih Kasa, Bulan Juni Sampai Agustus Dewasa Baik untuk Ngaben
Dalam kalender Bali, dikenal pula istilah hari baik dan hari tidak baik atau kurang baik.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam kalender Bali, dikenal pula istilah hari baik dan hari tidak baik atau kurang baik.
Dalam kalender Bali atau Wariga untuk upacara Pitra Yadnya khususnya ngaben juga memerlukan hari baik.
Apalagi ngaben massal atau ngaben nuka (ngaben yang telah direncanakan).
Demikian ulasan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti kepada Tribun Bali, Senin 26 Juli 2021.
Ida rsi menjelaskan, sasih-sasih yang dianggap baik adalah sasih Kasa, Karo, Katiga, atau dalam kalender nasional jatuh antara bulan Juni, Juli, dan Agustus.
"Nah seperti sekarang ini, pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. Maka banyak orang melakukan upacara ngaben," kata beliau.
Alasannya, kata beliau, pada zaman dahulu semasa masa agraris maka antara antara Juni sampai Agustus adalah bulan-bulan saat sedang selesainya panen di sawah.
Sehingga waktu mengaso atau rehat bagi masyarakat petani, membuatnya banyak memiliki waktu luang.
"Sehingga dapat digunakan untuk membangun upacara seperti Pitra Yadnya atau ngaben dan nyekah/mamukur," ujar beliau.
Disamping itu, karena telah selesai musim panen, maka para petani punya cukup pangan dan sarana untuk berupacara atau mengadakan upacara besar seperti ngaben atau nyekah masal.
"Sasih Kasa, Karo, Ketiga, yakni Juni sampai Agustus adalah musim kemarau, atau tidak adanya hujan-hujan lebat. Sehingga aman untuk melakukan upacara besar di tempat terbuka," ujar beliau.
Pada Purnamaning sasih Kasa, Karo, dan Ketiga tidak banyak yang mempergunakan untuk upacara besar di Pura di Bali.
Sasih Kasa, Karo dan Ketiga apabila tidak bertepatan dengan Wuku Dungulan, Kuningan sampai pertengahan wuku Pahang, maka Sasih tersebut sangat baik sekali untuk acara ngaben karena tidak kena Uncal Balung.
"Hal seperti tahun 2021 sekarang ini dimana sasih Kasa, Karo, dan Ketiga tidak bertepatan dengan Wuku Dungulan, Kuningan hingga wuku Pahang. Sehingga pada saat bulan-bulan ini banyak dijumpai pelaksanaan upacara ngaben atau nyekah massal," jelas ida.
BACA JUGA: Aksi Solidaritas di Buleleng, Kelompok Pemuda di Buleleng Bagikan Paket Sembako dan Sayuran
Nah inilah alasan bahwa sasih-sasih tersebut baik digunakan untuk melakukan upacara ngaben atau nyekah massal. (*)