Breaking News:

Berita Bali

Soroti Kasus Pembunuhan oleh Debt Collector di Denbar, Komisi I DPRD Bali Sebut Ada 4 Aturan Menagih

Kejadian yang mengenaskan tersebut terjadi akibat korban tewas yang belakangan diketahui bernama Gede Budiarsa itu cekcok dengan oknum debt collector

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi I DPRD Bali, Nyoman Adnyana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  – Seorang pemuda tewas secara mengenaskan di tengah Jalan Gunung Rinjani, Banjar Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat (Denbar), Bali, Jumat (23/7/2021) lalu sekitar pukul 15.00 WITA.

Kejadian yang mengenaskan tersebut terjadi akibat korban tewas yang belakangan diketahui bernama Gede Budiarsa itu cekcok dengan oknum debt collector yang bertugas menarik motor kredit yang menunggak.

Dari kejadian tersebut polisi menangkap tujuh orang pelaku, termasuk pelaku utama berinisial I Wayan S, yang menebas korban

Kasus itu sendiri juga mendapat sorotan khusus dari Dewan Renon.

Baca juga: UPDATE: Polresta Denpasar Dalami Kasus Pembunuhan De Budi, Selanjutnya Akan Digelar Pra Rekonstruksi

Saat dikonfirmasi, Minggu 25 Juli 2021, Ketua Komisi I DPRD Bali, Nyoman Adnyana mengaku prihatin dan miris dengan kejadian tersebut.

Apalagi, menurut dia, dalam Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dinyatakan seorang debt collector tidak diizinkan menagih dan menarik kendaraan dengan cara kekerasan.

Bahkan, Adnyana menyebutkan jika debt collector yang menarik kendaraan secara paksa dari pemilik yang sah adalah perbuatan pidana.

Penagih utang itu dapat disangkakan melakukan perbuatan tidak menyenangkan di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 335 ayat 1 dengan pasal berlapis Pencurian dengan Kekerasan (Pasal 365 jo Pasal 53 KUHP).

Sehingga, pihaknya berharap pihak berwajib bisa menertibkan para debitur dan kreditur menggunakan jasa yang berlawanan dengan hukum.

"Harus ditertibkan itu kan perbuatan melanggar hukum. Kalau undang-undang itu tidak boleh orang menagih dengan cara memaksa, kalau  kreditur mengingkar janji  itu kan ada proses dan mekanismenya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved