Breaking News:

Corona di Bali

Kasus Positif Covid Melonjak, Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, UTD PMI Bali Penuhi 50 Persen

dr I Gede Wiryana Patra Jaya, MKes selaku Kepala UTD PMI Provinsi Bali mengatakan, permintaan plasma konvalesen sejalan dengan jumlah kasus positif

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Staf menunjukkan stok darah plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Kamis 27 Mei 2021 - Kasus Positif Covid Melonjak, Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, UTD PMI Bali Penuhi 50 Persen 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hampir sebulan ini kasus positif Covid-19 khususnya di Provinsi Bali alami peningkatan.

Hal tersebut membuat permintaan akan plasma konvalesen juga melonjak tajam.

Ketika dikonfirmasi, dr I Gede Wiryana Patra Jaya, MKes selaku Kepala UTD PMI Provinsi Bali mengatakan, permintaan plasma konvalesen sejalan dengan jumlah kasus positif Covid-19.

"Sebenarnya permintaan plasma konvalesen sejalan dengan jumlah kasus. Kalau sebelumnya, sempat sebelum Lebaran permintaan sedikit bahkan nyaris tidak ada permintaan, dan kami sampai mengirimkan plasma konvalesen ke Jawa seperti Malang, Surabaya, dan Semarang," katanya, Rabu 28 Juli 2021.

Baca juga: PMI: Plasma Konvalesen Baik untuk Pasien Bergejala Sedang

Lebih lanjutnya ia mengatakan, dikarenakan saat ini kasus positif Covid-19 sudah naik bahkan beberapa kali di atas angka 1.000, membuat permintaan akan plasma konvalesen juga meningkat.

"Memang permintaan jadi melonjak, data kemarin 34 orang yang antri untuk plasma konvalesen. Dan kita tersedia 17 kantong. Memang harus disadari untuk mencari pendonor plasma konvalesen ini lebih spesifik atau lebih ketat jika dibandingkan dengan pendonor darah biasa," tambahnya.

Beberapa persyaratan untuk pendonor plasma konvalesen diantaranya harus pernah terpapar Covid-19, belum pernah hamil, serta belum pernah menerima transfusi darah.

Hal-hal tersebutlah yang membuat banyak pendonor tidak lolos, sehingga menjadi kendala ketika akan mencari pendonor untuk plasma konvalesen.

"Terdapat juga pertimbangan seperti jarak, dikarenakan lokasi yang bisa digunakan untuk mengambil plasma konvalesen hanya di RSUP Sanglah Denpasar serta di UTD PMI Provinsi Bali. Dan mereka yang yang tinggal di luar kota seperti dari Buleleng atau Karangasem terkendala pada jarak. Ada juga yang yang melakukan keep untuk plasma konvalesennya dikarenakan berjaga-jaga, jika nantinya ada salah satu saudaranya yang terkena agar bisa melakukan donor," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved