Breaking News:

Presiden Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tua Remajakan Diri

Dia meminta perguruan tinggi yang sudah berusia tua melakukan peremajaan mulai dari sistem pembelajaran, manajemen, hingga kurikulum.

Editor: DionDBPutra
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat menyampaikan perkembangan terkini terkait kebijakan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 25 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada perubahan mindset dalam setiap perguruan tinggi yang sudah berusia tua.

Dia meminta perguruan tinggi yang sudah berusia tua melakukan peremajaan mulai dari sistem pembelajaran, manajemen, hingga kurikulum.

Menurut Jokowi, peremajaan itu perlu dilakukan agar perguruan tinggi bisa beradaptasi dan lebih kompetitif di tengah kemajuan zaman dan membawa Indonesia melebihi negara lain.

"Perguruan tinggi yang usianya sudah tua tolong segera lakukan peremajaan diri, peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen, dan perilaku agar tetap tangguh dan kompetitif di dunia yang baru," kata Jokowi dalam Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia secara virtual, Selasa 27 Juli 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Atas Raihan Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Seorang Anak Bertanya kepada Jokowi: Kalau Jadi Presiden Ngapain Saja Pak?

Jokowi juga ingin perguruan tinggi berbenah diri demi kemajuan Indonesia secara umum.

Dia berharap perguruan tinggi bisa lebih progresif dan menyumbang peran penting terhadap kemajuan negara.

"Saya harap perguruan tinggi harus lebih progresif dalam membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan para mahasiswa kita dan untuk menyiapkan Indonesia mendahului negara-negara lain," tutur Jokowi.

Sementara bagi perguruan tinggi yang usianya masih muda, Jokowi mengatakan saat ini memiliki kans yang lebih besar untuk menghadapi perkembangan zaman.

Perguruan tinggi yang masih muda, lanjutnya, tidak akan terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu yang kini tak dibutuhkan lagi atau tidak seusai dengan perkembangan zaman.

"Bagi perguruan tinggi yang masih muda, inilah kesempatan emas bagi saudara-saudara. Perguruan tinggi yang muda tidak terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu. Perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved