Breaking News:

Berita Bali

Seribu Prajurit Korem 163/Wira Satya Bertugas Jadi Tracer Covid-19 Digital dan Lapangan

"Kita Korem 163/Wira Satya siap mengerahkan 1.000 personel dalam rangka menjadi tenaga tracer kontak erat Covid-19.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Penrem 163/Wira Satya
Prajurit Korem 163/Wira Satya mengikuti pembekalan bertugas sebagai tracer Covid-19. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sedikitnya seribu prajurit Jajaran Korem 163/Wira Satya disiapkan untuk menjadi tracer kontak erat Covid-19 di wilayah Bali.

Mereka tersebar di 8 Kodim Jajaran Korem 163/Wira Satya.

"Kita Korem 163/Wira Satya siap mengerahkan 1.000 personel dalam rangka menjadi tenaga tracer kontak erat Covid-19.

Mereka tersebar di seluruh Kodim Jajaran Korem 163/Wira Satya yang sebagian besar adalah para Babinsa maupun Bintara Staf lainnya," kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., kepada Tribun Bali.

Baca juga: Korem 163/WSA Sudah Vaksinasi Covid-19 Pada 16.689 Orang di Seluruh Bali

Dua hari ini mereka telah diberikan pembekalan dan pelatihan via online (virtual/zoom) dari Staf Ahli Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kesehatan Kodam IX/Udayana.

"Di lapangan tugas mereka akan bersinergi dengan tracer dari pihak Kepolisian dan pemerintah daerah dan juga para tenaga kesehatan atau Nakes," ujarnya.

Menurut Kapenrem 163/Wira Satya, penyiapan dan pengerahan personel TNI dalam hal ini Korem 163/Wira Satya bersama Kodim Jajaran merupakan upaya TNI membantu pemerintah daerah di Bali meningkatkan rasio pelacakan (tracing) sehingga penyebaran Covid-19 cepat terkendali.

"Hal ini sejalan dengan apa yang sudah diperintahkan oleh komando atas kepada Jajaran TNI di bawah dalam penyiapan tenaga tracer," jelasnya.

Dalam tugasnya, dijelaskan Bagus, para Babinsa sebagai tracer melakukan dua cara pelacakan atau tracing terhadap mereka yang telah kontak erat COVID-19, yaitu secara manual dan secara digital.

"Cara digital akan menjadi langkah pertama yang akan dilakukan para tracer dari Babinsa tersebut dimana akan menerima pemberitahuan atau notifikasi dari Dinas Kesehatan di daerah, kemudian petugas akan menghubungi dan mewawancarai warga lewat aplikasi pengiriman pesan whatsapp atau telepon," paparnya.

Namun jika dengan cara digital tidak bisa dilakukan atau tidak direspons, maka para tracer tersebut bakal mendatangi rumah-rumah warga yang dicurigai telah terjadi kontak erat Covid-19 dan melakukan wawancara.

"Hasil wawancara para tracer tersebut akan dilaporkan berjenjang mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi sampai masuk menjadi laporan nasional," tuturnya.

Kapenrem menambahkan, bahwa para tracer dalam melaksanakan tugas di lapangan tetap berpedoman ketat pada protokol kesehatan atau SOP yang ada sehingga akan aman dan menghindarkan terpapar dari Covid-19. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved