Breaking News:

Berita Bali

Banyak LPD di Bali Salah Urus, Anggota DPR RI Nyoman Parta Minta Adanya Audit Serius

Terbukti, lembaga perekonomian Desa Adat berupa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) banyak yang mengalami likuiditas.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta. Banyak LPD di Bali Salah Urus, Anggota DPR RI Nyoman Parta Minta Adanya Audit Serius 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan di masyarakat.

Salah satunya adalah sektor perekonomian. Apalagi, Bali yang menggantungkan perekonomian dari sektor pariwisata.

Tidak hanya pariwisata, sistem perekonomian berbasis Desa Adat juga ikut terkena imbas dari adanya Pandemi.

Terbukti, lembaga perekonomian Desa Adat berupa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) banyak yang mengalami likuiditas.

Baca juga: Mantan Bendahara LPD Gerokgak Buleleng Diadili

Hal ini tak lepas dari banyaknya kredit macet para nasabah akibat tak bisa membayar.

Selain itu, persoalan LPD juga disebabkan oleh kurang cakapnya manajemen. Hal inilah yang menjadi sorotan Anggota DPR RI Dapil Bali Nyoman Parta.

Dirinya mengakui, jika persoalan tersebut salah satu imbas dari adanya Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian masyarakat anjlok.

Akan tetapi, persoalan yang paling berpengaruh adanya miss di manajemen LPD itu sendiri.

“Ya benar, ada puluhan LPD yang sedang mengalami persoalan likuiditas. Namun sebagian besar karena miss manajemen di tingkat pengurus,” ujar Parta saat dikonfirmasi, Kamis 29 Juli 2021.

Menurutnya, sebelum adanya Pandemi Covid-19, manajemen LPD masih bisa memutar otak dalam pengelolaan dana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved