Berita Gianyar

Tak Sanggup Beli Narkotika, Sejumlah Pecandu Minta Direhab BNNK Gianyar

Krisis ekonomi menyebabkan pecandu yang datang secara sadar untuk menjalani rehabilitasi ke Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Bali

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kepala BNN Gianyar, AKBP Agung Alit Adnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krisis ekonomi menyebabkan pecandu yang datang secara sadar untuk menjalani rehabilitasi ke Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Bali meningkat selama semester 1 tahun 2021 ini.

Pihak BNNK Gianyar mengkonfirmasi hal tersebut sebagian besar dari mereka memilih rehabilitasi akibat tidak sanggup lagi membeli narkotika, akibat krisis ekonomi. 

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Kamis 29 Juli 2021, jumlah pecandu yang menjalani rehabilitasi melalui BNNK Gianyar per semester 1 tahun ini sebanyak tujuh orang.

Baca juga: Kadin Gianyar Hadirkan Program Nasi Gratis, Ambil Secukupnya di Masa PPKM Level 4

Di mana dari angka tersebut, sebanyak tiga orang datang dengan alasan persoalan ekonomi, yakni tidak sanggup membeli barang terlarang tersebut. 

Kepala BNNK Gianyar, AKBP Gusti Agung Alit Adnyana membenarkan hal tersebut.

Kata dia, saat ini ada tujuh pengguna yang melakukan rehabilitasi.

Tiga di antaranya datang karena tidak memiliki uang membeli narkotika. Kata dia, semua yang datang untuk direhabilitasi masih usia produktif. 

Baca juga: Tingkatkan Minat Baca, Karang Taruna Ekacitta Dharmapratapa & YLAI Menata 5 Perpustakaan di Gianyar

"Saat ini ada 7 kita berikan layanan rawat jalan. Mereka datang sendiri. Mereka masih di usia produktif. Ada yang datang karena kehabisan uang, tidak kuat membeli narkotika."

"Sudah habis banyak, sudah ada masalah degan keluarganya, baru dia datang. Kalau dia masih mampu membeli barang itu, gak mungkin dia datang," ujarnya.

Namun ia menegaskan, lebih baik menghindari penggunaan narkotika.

Sebab tindakan rehabilitasi itu hanya bisa dipulihkan, bukan disembuhkan. 

Baca juga: Pergerakan Kendaraan Keluar-Masuk Gianyar Berkurang, Pelanggar PPKM Menurun

"Pengguna narkotika kalau sudah sekali kena, tidak mungkin sembuh. Upaya rehab hanya bisa kita pulihkan, tidak bisa disembuhkan. Itupun hanya 30 persen bisa kita pulihkan. Kalau dia kembali ke komunitas penyalahguna narkotika, dia pasti akan kumat," ujarnya.

"Dipulihkan yang kami maksudkan, misalnya rehabilitasi sosial. Dalam rehabilitasi sosial, kita pulihkan sifat sosialnya. Dalam rehabilitasi sosial itu kita ingin menguatkan dia pada perilaku."

"Kita kembalikan sifat kemanusiaan mereka, kita berikan konseling. Lamanya tergantung riwayat penggunaannya. Kalau penggunaannya hanya karena situasional, palingan sekitar 2 bulan atau 8 kali pertemuan." ujarnya.

Baca juga: Sebagai Bentuk Kepedulian Kepada Sesama, Danramil Gianyar Bagikan Nasi Bungkus Buatan Sendiri

Terkait pengungkapan, AKBP Alit Adnyana mengatakan, dalam semester ini, pihaknya berhasil mengungkap satu kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.  Tersangka laki-laki, inisial J asal Jember, Jawa Timur dengan barang bukti 4,02 gram netto.

"Ke depan, kegiatan akan terus digencarkan, walau masih dalam pandemi covid-19, tentu ini menjadi tantangan kami dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved