Breaking News:

Cegah Klaster Keluarga dan Fatality Case, TNI Ingatkan Warga Bahwa Isoter Lebih Baik dari Isoman

Danramil 1611-05/Abiansemal, Kapten Kav I Ketut Darmawan mengatakan, masih ada sejumlah warga di wilayah binaannya bersikukuh untuk menjalani isoman

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Istimewa
Salah satu ruang isolasi terpadu di Bali terletak di Gedung Diklat RSJ Provinsi Bali, Foto diambil pada Minggu 25 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - TNI melalui jajaran Koramil (Komando Rayon Militer) melakukan upaya persuasif untuk membujuk warga yang terpapar Covid-19 agar bersedia menjalani isolasi terpusat dari isolasi mandiri di rumah-rumah.

Danramil 1611-05/Abiansemal, Kapten Kav I Ketut Darmawan mengatakan, masih ada sejumlah warga di wilayah binaannya bersikukuh untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

Untuk itu perlu diberikan pengertian secara persuasif untuk isolasi terpusat di tempat hang sudah disediakan oleh pemerintah maupun Kodam IX/Udayana.

"Beberapa masih ada bersikukuh untuk isolasi mandiri. Kami selalu mengimbau kepada rekan-rekan kami Babinsa yang ada di lapangan, bahu-membahu bersama tim tracing kelurahan untuk bisa melakukan pendekatan yang presuasif dan humanis mengajak warga yang sedang Isoman untuk mau melakukan Isoter dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh Pemerintah," kata Danramil kepada Tribun Bali, Jumat 30 Juli 2021.

Ketut Darmawan menyampaikan, pentingnya isolasi terpusat untuk memudahkan penanganan pasien positif Covid-19 khususnya yang tanpa gejala (OTG).

Berkaca pada beberapa kasus warga ditemukan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah

"Isoman apabila ada gejala misal sesak napas akan berakibat fatal bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Dengan pengertian yang kami berikan, warga sekarang akhirnya mau untuk melakukan Isoter," ujar dia.

Ketut Darmawan mengkhawatirkan terjadinya klaster keluarga, sebab di wilayahnya ditemukan beberapa kasus serupa.

"Harapan kami mereka bisa mengerti akan kemauan pemerintah untuk isoter karena penting untuk mencegah terjadinya klaster keluarga di masyarakat, karena ini kami lihat sudah mulai satu kena kalau diswab rata-rata berdampak ke keluarga," tuturnya.

"Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat juga melalui pak Camat, Kades, Kaling, Bendesa kami imbau agar apabila ada warga yang terpapar Covid-19 segera dievakuasi menuju isoter," imbuhnya.

Danramil juga menjamin perhatian kepada warga yang menjalani Isoter, baik dari segi logistik maupun treatment.

"Pelayanan medis terjamin dari segi logistik pagi hingga malam terjamin dan ruangan memadai," pungkas dia.

Seperti halnya yang dilaksanakan Koramil 1626-02/Susut, Kodim 1626/Bangli, Babinsa Desa Susut Sertu Ketut Rediada bergerak bersama petugas Puskesmas di Banjar Susut Kaja, Desa Susut, Bangli melakukan tracing kontak erat warga, pada Kamis 29 Juli 2021 kemarin.

Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana S.I.P. menjelaskan, hal ini menjadi bagian dari monitoring keluarga di masing-masing wilayah Binaan untuk pencegahan klaster keluarga.

"Kegiatan penelusuran kontak bertujuan untuk menghentikan penyebaran yang sedang berlangsung dan mengurangi penyebaran Virus Covid-19. Mengingatkan tentang kontak peluang virus dan menawarkan layanan pencegahan memberikan pengarahan, dan perawatan kepada penderita," tutup Dandim. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved