Breaking News:

Berita Klungkung

Kasus Penjualan Air Tangki PDAM di Nusa Penida, Cabjari Tetapkan Dua Pegawai PDAM Sebagai Tersangka

Cabang Kejaksanaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan air tangki PDAM  di Nusa Penida.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida, I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Cabang Kejaksanaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan air tangki PDAM  di Nusa Penida.

Kedua tersangka merupakan oknum pegawai PDAM Klungkung unit Nusa Penida.

Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan Kamis 29 Juli 2021 setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang cukup.

Meskipun hasil kerugian negara dari BPKP belum keluar.

BACA JUGA: Penyemprotan Cairan Eco Enzyme Kini Menyasar Kota Gianyar, Libatkan Relawan dan Kepala Lingkungan

Menurutnya, dua alat bukti yang dipegang pihak Cabjari sudah cukup untuk menjerat dua oknum pegawai unit Nusa Penida berinisial IKN dan IKS sebagai tersangka. 

Dari perhitungan kasar pihak Cabjari, diduga ada selisih Rp304 juta uang hasil penjualan air tangki PDAM yang tidak disetrokan ke kas PDAM Klungkung dari periode Mei 2018 sampai September 2019.

"Kami juga masih menunggu hasil audit BPKP. Tapi semoga nanti hasil audit BPKP mirib dengan perhitungan kami," ungkap Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, Jumat 30 Juli 2021.

Ia menjelaskan, pendapatan PDAM di Nusa Penida terdiri dari pembayaran watermeter, serta air bersih yang dijual ke warga dengan menggunakan mobil tangki PDAM.

"Jadi yang kami dalami ini pelayanan penjualan air bersih yang disuplai menggunakan truck tangki PDAM. Biasanya warga datang untuk memesan air bersih, lalu diantar menggunakan truck tangki ke wilayah tertentu. Warga lalu membayar sesuai harga yang telah ditentukan peraturan, sesuai dengan jarak wilayah," jelasnya.

Dari hasil penyidikan, kedua tersangka diduga tidak menyetorkan keseluruhan uang hasil penjualan air tangki itu ke kas PDAM dari periode Mei 2018 sampai dengan September 2019.

Selain itu kedua tersangka juga diduga mencetak kwitansi diluar sistem yang ditentukan PDAM Klungkung.

"Kedua tersangka belum kami tahan. Tapi kami akan mulai lakukan pemeriksaan keduanya mulai Senin 2 Agustus, sambil tetap menunggu hasil audit BPKP," ungkapnya. 

Pihak Cabjari Nusa Penida sudah memeriksa sekitar 30 saksi, termasuk kedua tersangka terkait kasus ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved