Breaking News:

Berita Buleleng

Lapas Singaraja Bagikan 135 Sembako untuk Warga di luar DTKS

Lapas Kelas IIB Singaraja memberikan 135 paket sembako untuk warga di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang  terdampak Covid-19.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini saat membagikan sembako kepada warga di Desa Umeanyar, Jumat 30 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Lapas Kelas IIB Singaraja memberikan 135 paket sembako untuk warga di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang  terdampak Covid-19.

Sembako ini diserahkan atas instruksi Kementerian Hukum dan HAM RI. 

Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini ditemui saat memberikan bantuan sembako kepada warga di Desa Umeanyar, Kecamatan Seririt Jumat 30 Juli 2021 mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk empati pihaknya, mengingat banyak warga yang kehilangan mata pencarian akibat dampak Covid-19.

Baca juga: Progres Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Buleleng Capai 81.49 Persen

Sembako diberikan khusus kepada warga yang tidak terdaftar dalam DTKS.

Seperti pekerja pariwisata yang di rumahkan, cleaning servis di Lapas hingga pedagang canang. 

Sementara salah satu warga Desa Umeanyar Putu Purnajaya (42) berharap agar bantuan bisa diserahkan secara berskala, setiap bulan selama pandemi.

Baca juga: Sebanyak 330 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdaftar di e-PPDB 

Mengingat upah yang ia terima selama bekerja menjadi satpam di salah satu hotel di Desa Umeanyar dipotong dari semula Rp1.8 juta per bulan,  menjadi Rp700 ribu per bulan.

"Saya punya dua anak yang masih sekolah. Dengan uang Rp700 ribu tentu tidak cukup. Untuk makan saja kurang."

"Mudah-mudahan instansi lain juga mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Lapas, agar bantuan seperti ini terus bisa diterima. Apalagi saya tidak masuk dalam DTKS," ucapnya. 

Baca juga: Pendaftar CPNS Pemkab Buleleng Tercatat 3.725 Orang, Enam Formasi Dokter Spesialis Nihil Pelamar

Perbekel Desa Umeanyar, Putu Edy Mulyana tidak memungkiri saat ini di luar warga yang terdaftar DTKS,  banyak warganya yang sebelumnya bekerja di pariwisata mengalami keterbatasan ekonomi karena dirumahkan. 

Pihaknya pun mencoba membantu warga terdampak itu dengan mencarikan bantuan sembako kepada pihak ketiga seperti investor. 

"Memang sempat terjadi sedikit konflik, karena yang menerima BLT, BST, BPNT itu-itu saja (warga yang masuk DTKS,red). Sedangkan di luar DTKS  juga banyak yang terdampak, jumlahnya sekitar seratusan orang."

"Kemudian kami upayakan agar semua mendapatkan bantuan, lewat bantuan pihak ketiga," tutupnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved