Breaking News:

Berita Tabanan

Terkait Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, Masyarakat Harap Istilah Ganti Untung Jadi Kenyataan

Nantinya masyarakat mengharapkan agar proses pembebasan lahan sesuai dengan aturan yang ada dan sesuai dengan istilahnya saat ini yakni “Ganti Untung”

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dokumentasi Pemprov Bali
Dokumentasi - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau lokasi rencana pembangunan infrastruktur Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis (6/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Saat ini proses untuk sosialisasi Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk telah rampung.

Namun, ada hal yang diminta masyarakat untuk menyukseskan mega proyek di Bali ini.

Adalah permintaan masyarakat agar tidak merugi saat proses pembebasan lahan.

Nantinya masyarakat mengharapkan agar proses pembebasan lahan sesuai dengan aturan yang ada dan sesuai dengan istilahnya saat ini yakni “Ganti Untung”.

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan, agar pemerintah yang melaksanakan pembangunan mega proyek ini tak sampai menimbulkan masalah baru dengan masyarakat.

Baca juga: Pemilik Lahan di 7 Desa Tabanan Belum Terima Jadwal Sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

Terutama soal penentuan lokasi yang akan digunakan. Termasuk juga soal pembebasan lahan nantinya.

Politikus asal Desa Batannyuh, Kecamatan Mara ini melanjutkan, agar jangan sampai tanah masyarakat yang digunakan atau terdampak proyek jalan tol ini hanya digunakan sepotong-sepotong saja atau tidak sepenuhnya.

Sehingga, ketika ada tanah sisa dari pembangunan jalan tol akan menjadi lahan tak produktif dan tak bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Kami harapkan dalam gambar memasukan sesuai dengan bidang tanah milik masyarakat. Jangan sampai setengah-setengah atau cuman sepotong saja, kan kasian masyarakat. Jadi jangan sampai memotong tanah masyarakat. Misalnya, masyarakat punya 15 are, tapi hanya terpakai 13 dan tersisa 2 are. Nah sisa 2 are ini sudah jelas tak bisa digunakan oleh masyarakat nantinya,” tegasnya.

Baca juga: Wayan Pedi Relakan Tanah Warisan untuk Jalan Tol,Warga Tabanan Diundang Sosialisasi & Pendataan Awal

“Kita juga sudah sampaikan terkait hal ini ke BPN. Artinya yang disertifikatkan di jalan tol ini adalah tata bidang tanahnya nanti,” imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved