Breaking News:

Berita Bali

Pelaku Pariwisata di Bali Minta Hibah Sasar Pelaku Lokal, Ngurah Putra Jual Aset untuk Subsidi

AA Susruta Ngurah Putra mengatakan, terkait fenomena menjual hotel, bahkan hingga menawarkan di marketplace, hal itu terjadi karena kondisinya

Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi uang - Pelaku Pariwisata di Bali Minta Hibah Sasar Pelaku Lokal, Ngurah Putra Jual Aset untuk Subsidi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu pengusaha hotel dari Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra mengatakan, terkait fenomena menjual hotel, bahkan hingga menawarkan di marketplace, hal itu terjadi karena kondisinya sudah serba susah.

Bahkan dirinya pun telah menjual salah satu asetnya yang bergerak dalam bidang pariwisata.

“Saya pun sudah menjual salah satu aset, bukan hotel, tapi ada satu aset terkait pariwisata. Terpaksa saya jual. Kalau nggak, dari mana saya dapat subsidi untuk bayar listrik dan tagihan selama ini,” katanya saat dihubungi, Sabtu 31 Juli 2021.

Dengan kondisi itulah makanya ia meminta agar pengusaha lokal yang menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan.

Baca juga: 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Dijadwalkan Tiba pada Agustus 2021, Termasuk Pfizer dan Moderna

“Pengusaha lokal modalnya sedikit. Berbeda dengan yang dari luar. Mereka sudah berjaringan. Hotel yang di sini terganggu, mereka masih punya usaha lain, misal pabrik besar. Itu yang membantu untuk biaya subsidi,” katanya.

Susruta pun tak menampik hotel yang besar menjadi penyumbang pajak paling besar.

Namun menurutnya, yang paling terdampak saat ini adalah pengusaha yang kecil.

“Pemodal besar itu bukan berdiri sendiri punya jaringan. Pengusaha-pengusaha lokal cuma punya satu dua hotel, dapat dari mana mereka uang subsidi,” katanya.

Dirinya pun meminta agar pemerintah membuat suatu sistem yang bisa membuat dana yang turun bisa dinikmati pelaku pariwisata lokal.

“Misalnya saya punya satu hotel saja. Kalau tidak jalan, saya hidup dari mana? Makanya itu yang dijual untuk bisa hidup. Itu fenomena yang terjadi sekarang di Bali, karena pengusaha lokal hanya memiliki modal terbatas,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved