Breaking News:

Berita Denpasar

Isolasi Terpusat Berbasis Desa Adat di Denpasar, Desa Adat Mulai Jajaki Kos-kosan

Desa adat se-Kota Denpasar mulai melakukan penjajakan tempat isolasi terpusat berbasis desa adat.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Isolasi Terpusat Berbasis Desa Adat di Denpasar, Desa Adat Mulai Jajaki Kos-kosan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa adat se-Kota Denpasar mulai melakukan penjajakan tempat isolasi terpusat berbasis desa adat.

Sekolah hingga kos-kosan milik krama yang bisa dikontrak pun dilirik untuk dijadikan tempat isolasi.

Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana mengatakan selama ini desa adat dicanangkan untuk mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan level 4. 

Dimana, penanganannya berbasis terpusat dan diminta untuk bisa mandiri dalam pelaksanaan penanganan Covid-19 ini. 

Saat ini, masing-masing desa adat tengah menjajaki sekolah, balai desa maupun kos-kosan yang bisa dikontrak. 

Hal ini sesuai dengan pencanangan tempat isolasi terpusat berbasis desa adat.

"Desa adat juga diminta menyediakan tempat untuk dijadikan tempat isolasi terpusat khusus di masing-masing desa adat. Dengan pencanangan itu, desa adat saat ini masih melakukan penjajakan tempat di masing-masing wilayah," kata Sudiana, Senin 2 Agustus 2021.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Kota Denpasar Kini Miliki 8 Tempat Isolasi Terpusat

Di Kota Denpasar, terdapat 35 desa adat yang saat ini masih melakukan penjajakan tempat isolasi terpusat. 

Ini juga termasuk Desa Adat Penatih, Denpasar Timur yang menjadi awal pencanangan tempat isolasi terpusat berbasis desa adat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved