Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Bocah SD Putu Sandi Pilih Bekerja Serabutan agar Mendapat Penghasilan Bantu Sang Ibu

Ketika teman sebayanya bisa merasakan belajar dengan handphone, Sandi harus belajar dan mengerjakan tugas secara manual.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Aktivitas Sandi 11 Tahun (topi hijau) saat bekerja di bengkel las untuk membantu ibunya. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ketika teknologi dan dunia game sangat digandrungi para bocah hingga remaja. Hal itu tidak berlaku untuk I Putu Sandi Dipa, 11 tahun, yang masih duduk di kelas 6 SDN 1 Penyaringan, asal Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Ketika teman sebayanya bisa merasakan belajar dengan handphone, Sandi harus belajar dan mengerjakan tugas secara manual.

Namun, hal itu tidak mengendorkan semangatnya untuk membantu orang tua satu-satunya, yakni ibunya.

Informasi yang dihimpun, dari relawan Jembrana yang berkunjung ke Sandi, bahwa Sandi hidup hanya dengan ibunya. Sedangkan ayahnya, sudah meninggal dunia, enam tahun lalu.

Baca juga: Masuki Musim Penghujan, Jembrana Gelar Fogging untuk Tangkal DBD

Pembelajaran sistem daring sejujurnya membuatnya bosan dan tertekan, karena dirinya tidak memiliki HP.

Sebab, untuk sehari-hari saja dirinya masih kesulitan, apalagi untuk membeli kebutuhan seperti handphone.

Sampai-sampai, Ia (Sandi) memilih untuk bekerja di bengkel las, membantu mencukupi kebutuhan dapur keluarga.

Anak semata wayang dari Alamarhum Ketut Soden Sanjaya dan Ni Komang Arini ini pun bekerja setelah sekolahnya sudah selesai.

Sandi sendiri menuturkan, bahwa untuk ke tempat kerjanya ia berjalan kaki, dan bekerja mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.

Ia bekerja di bengkel las di desanya. Pekerjaannya ialah beres-beres alat-alat las.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved