Breaking News:

Berita Bangli

Pedagang Keluhkan Permintaan Ikan Nila di Pasar Tradisional Bangli Menurun, Begini Analisa Kadis PKP

Turunnya permintaan ikan nila terjadi sejak beberapa hari belakangan. Kendati demikian, Jero Yuli mengatakan harga ikan nila di pasaran saat ini masih

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pedagang ikan di areal Pasar Kidul Bangli, Selasa (3/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Permintaan ikan nila di pasar tradisional kini mulai mengalami penurunan.

Para pedagang pun resah, karena pendapatan mereka ikut menurun.

Salah satunya diungkapkan Jero Yuli, wanita asal Kintamani itu mengeluhkan pasca semburan belerang permintaan ikan cenderung mengalami penurunan.

Pihaknya tak menampik, kondisi tersebut berpengaruh pada pendapatan hariannya.

Baca juga: Dinas PKP Bangli Olah Bangkai Ikan Jadi Pupuk Sebagai Solusi Kekurangan Lahan untuk Penguburan

"Biasanya jam 11.00 wita sudah habis. Sekarang sampai sore cuma laku sedikit," ucapnya, Selasa 3 Agustus 2021.

Turunnya permintaan ikan nila terjadi sejak beberapa hari belakangan. Kendati demikian, Jero Yuli mengatakan harga ikan nila di pasaran saat ini masih berkisar antara Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu.

"Mungkin masyarakat khawatir ikan yang dijual terkontaminasi dengan belerang. Sehingga masyarakat memilih untuk beli daging lain," katanya.

Sementara pembudidaya ikan asal Desa Songan, Kintamani, Gede Suasana mengatakan, pasca semburan belerang di Danau Batur, banyak pembudidaya ikan di wilayahnya terdampak.

Tak terkecuali dengan dirinya, yang semestinya saat ini sudah memasuki masa panen.

"Padahal ikan saya sudah besar-besar, sudah siap panen. Tapi semua mati karena semburan belerang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved