Berita Bali

Sempat Dibantu Napas Buatan, Bocah yang Hanyut di Sungai Wilayah Kerobokan Badung Akhirnya Meninggal

Namun kondisi korban sudah lemas. Bahkan saat di perjalanan menuju rumah sakit juga dibantu pernapasannya.

Istimewa/Ketut Santika (Saksi)
Korban yang jatuh di Jalan Raya Muding, Kerobokan Badung saat diangkat dari sungai oleh warga pada Selasa 3 Agustus 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Nyawa balita I Gusti Putu Agung Riki Anantaraina (4) yang hanyut di Jalan Muding Indah 5  Lingkungan Muding Kaja, Kelurahan Kerobokan Kaja,  Kuta Utara, Badung pada Selasa 3 Agustus 2021 tidak bisa diselamatkan.

Bahkan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bali Med Denpasar.

Salah seorang saksi mata, Ketut Santika mengaku dirinya sudah memberikan napas buatan kepada korban.

Namun kondisi korban sudah lemas. Bahkan saat di perjalanan menuju rumah sakit juga dibantu pernapasannya.

Baca juga: UPDATE: Setelah Ditemukan di Sungai, Bocah Berusia 3 Tahun Sempat Dibawa ke IGD RS Balimed Denpasar

"Saya langsung beri napas buatan, tapi tidak bisa. Bahkan saya sudah tekan-tekan dadanya," ucapnya.

Dijelaskan, balita itu  ditemukan meninggal dunia setelah terbawa arus sungai sejauh satu kilometer.

Kejadian yang terjadi  sekitar pukul 11.00 Wita sempat membuat warga setempat geger.

"Saya waktu itu sedang berada di luar rumah, pas ditelepon langsung saya pulang kebetulan kejadiannya di sebelah rumah saya. Langsung saya bersama teman-teman berusaha mencari," ujar suporter Bali United ini

Dalam pencarian tersebut, santika dibantu oleh lima orang untuk menelusuri aliran sungai.

Awal pancarian hanya ditemukan sepasang sandal milik korban. Seakan tak mau menyerah ia langsung meminta rekan yang lainnya untuk membantu mencari di sekitar aliran sungai.

"Saat itu memang habis hujan jadi airnya sampai meluap ke jalan, kemungkinan anak itu terpeleset. Air sungai setinggi pinggang saya. Sewaktu ketemu sandalnya saya minta ibunya untuk menghaturkan canang di pelinggih agar anaknya cepat ditemukan," jelasnya

Berselang 2 jam pencarian, Santika akhirnya berhasil menemukan Agung, namun saat ditemukan almahum dalam keadaan tidak sadarkan diri menyangkut di akar bambu dengan kepala berada di bawah air dan hanya bagian kaki yang terlihat.

Selain itu almarhum memiliki luka di bagian dahi sebelah kanan.

"Kemungkinan saat ditemukan sudah meninggal, di mobil dalam perjalanan ke rumah sakit saya coba beri napas buatan dan mencoba menekan-nekan dadanya mau muntah. Saat diperiksa di Rumah Sakit Balimed tetep tidak ada napas dan tidak ada denyut nadi," bebernya.

Baca juga: Seorang Bocah Dikabarkan Hanyut Terbawa Arus Sungai di Banjar Muding Kaja, Kerobokan Badung

"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada patah. Mungkin luka yang terjadi di dahinya karena terbentur bebatuan," tungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved