Breaking News:

Berita Bangli

Cerita Petugas Penanganan Jenazah Covid-19 Bangli, Sering Dapat Umpatan Hingga Alami Kejadian Mistis

Tak jarang petugas harus mondar-mandir melakukan penjemputan jenazah, bahkan melakukan penguburan pada tengah malam.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Petugas penanganan jenazah saat melakukan prosesi peguburan di Desa Peninjoan, Rabu (4/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus kematian dengan positif Covid-19 di Bangli yang terus meningkat sejak beberapa pekan terakhir, membuat petugas penanganan jenazah kualahan.

Tak jarang petugas harus mondar-mandir melakukan penjemputan jenazah, bahkan melakukan penguburan pada tengah malam.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bangli, I Ketut Gede Wiredana, Rabu (4/8/2021) mengungkapkan, penanganan jenazah covid-19 Bangli merupakan tugas dan tanggungjawab BPBD Bangli sejak setahun belakangan.

Pihaknya pun mengaku banyak suka duka selama selama melakukan tugas ini. Salah satunya prosesi penguburan yang harus dilakukan tengah malam.

Baca juga: Jenazah IMDHA Kabarnya Akan di Aben Pada Senin 26 Juli 2021 Mendatang

“Karena di desa itu ada yang namanya dresta adat. Dan kita harus menghormatinya. Sehingga penguburan jenazah dilakukan pada malam hari. Biasanya lebih dari jam 12 malam,” ujarnya.

Wiredana juga mengatakan, jika umpatan warga sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pihaknya.

Selain karena keterlambatan mengantar jenazah, ada juga yang disebabkan karena warga tidak percaya dan menolak kerabatnya meninggal karena terpapar covid-19.

“Karena warga berpikiran keluarganya menderita sakit tertentu saat di rumah.

Namun baru dibawa ke rumah sakit, dinyatakan covid dan meninggal dengan positif covid-19,” ungkapnya.

Bebernya lagi, terkadang ada warga yang menolak keluarganya dikuburkan dengan cara protokol kesehatan covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved