Berita Bali

Gandeng Berbagai Komunitas, Pemprov Bali Genjot Vaksinasi Dosis Kedua

Ia menyebutkan bahwa hingga (4/8/2021) tercatat masyarakat yang telah mendapatkan dosis vaksinasi pertama sebanyak 3.078.858 orang atau 102,64 persen

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Untuk menciptakan herd immunity Covid-19 di masyarakat Bali, Pemprov Bali benar-benar menggencarkan proses vaksinasi.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, Rabu 4 Agustus 2021.

Ia menyebutkan bahwa hingga (4/8/2021) tercatat masyarakat yang telah mendapatkan dosis vaksinasi pertama sebanyak 3.078.858 orang atau 102,64 persen.

Sedangkan, yang telah mendapatkan vaksinasi kedua berjumlah 973.329 orang atau 31,36 persen.

Baca juga: Tiba di Bali dengan Pesawat Garuda, Polda Bali Kawal 28.160 Vial Vaksin Menuju Cold Room

Khusus untuk vaksinasi dosis pertama sendiri, ia mengatakan jika hal tersebut telah melewati target yang direncanakan sebelumnya, yakni 2.999.060 orang atau sebesar 70 persen penduduk Bali.

Bahkan, untuk itu saat ini pihaknya tengah berfokus untuk mengejar proses vaksinasi tahap kedua dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

“Optimalisasi capaian vaksin, terutama suntikan kedua sedang digenjot dengan melibatkan berbagai komponen. Beberapa komunitas ikut men-support dalam upaya percepatan vaksinasi ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, hingga kini total vaksin yang terdistribusi sebanyak 4.420.243 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 776.790 dosis.

Meskipun capaian vaksin suntikan 1 telah melampaui target, namun masyarakat diimbau agar tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah vaksin bukan berarti bisa abai prokes, karena beberapa kasus masih ada yang terpapar walaupun sudah vaksin. Tetapi relatif tidak parah atau bahkan lebih cepat pemulihan atau sembuhnya,” sambung dia.

Sementara  rendahnya capaian vaksinasi suntikan 2,  pria yang juga Kepala BPBD Provinsi Bali ini menjelaskan bahwa jarak waktu vaksin bervariasi.

“Jarak waktu yang bervariasi. Sinovac lebih cepat, tapi AstraZeneca lebih lama untuk suntikan kedua.

Ini tentu pertimbangan efektivitas vaksin, lebih maksimal menumbuhkan antibodi atau imun dalam tubuh,” pungkasnya.

Disebutkan juga bahwa Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Surat Edaran ini mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021. 

Baca juga: Kakesdam IX/Udayana: Syarat Ibu Hamil Vaksin Minimal Usia Kandungan Menginjak Trimester Kedua

Dalam SE Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.

Namun, dalam melaksanakan aktivitasnya masyarakat diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved