Breaking News:

Berita Denpasar

Kegiatan Ekspor dan Impor Provinsi Bali Pada Juni 2021 Alami Peningkatan

Kegiatan Ekspor di Provinsi Bali alami peningkatan pada bulan Juni 2021.

thetanjungpuratimes.com
Ilustrasi ekspor impor. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kegiatan Ekspor di Provinsi Bali alami peningkatan pada bulan Juni 2021.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada bulan Juni 2021, nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri tercatat naik 2,58 persen secara month to month (m-t-m), dari US$ 38.188.098 pada bulan Mei 2021 menjadi US$ 39.173.657 pada bulan Juni 2021.

"Bila dibandingkan dengan bulan Juni 2020 (y-o-y), nilai ekspor Bali bulan Juni 2021 juga tercatat naik 21,45 persen. Dari 5 besar negara tujuan ekspor Bali di bulan Juni 2021, nilai ekspor ke Inggris tercatat naik paling tinggi secara month to month hingga 56,96 persen," ungkap Kepala BPS Bali, Hanif Yahya pada, Selasa 3 Agustus 2021. 

Hanif Yahya juga mengatakan, peningkatan ini terutama disebabkan karena naiknya ekspor produk barang-barang rajutan (HS 61), produk kayu, barang dari kayu (HS 44), dan produk perhiasan/permata (HS 71).

BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

Sementara untuk nilai ekspor kumulatif pada periode Januari hingga Juni 2021 tercatat sebesar US$ 244.380.813, naik 8,13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Searah dengan ekspor Bali, kinerja impor Provinsi Bali pada bulan Juni 2021 juga menunjukkan peningkatan.

Nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri pada bulan Juni 2021 tercatat sebesar US$ 2.509.323 naik 4,20 persen dibandingkan bulan Mei 2021 (m-t-m) yang tercatat sebesar US$ 2.408.285. 

"Secara year on year, nilai impor Provinsi Bali bulan Juni 2021 tercatat menurun sedalam 17,41 persen. Dari 5 besar negara asal impor di bulan Juni 2021, nilai impor dari Singapura tercatat mengalami peningkatan tertinggi hingga ratusan persen, yakni 222,80 persen secara month to month, yang utamanya disebabkan oleh naiknya impor mesin dan peralatan listrik (HS 85)," lanjutnya.

Secara kumulatif, nilai impor pada periode Januari hingga Juni 2021 tercatat sebesar US$ 21.853.331 turun 63,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved