Menlu RI Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Perempuan dalam Krisis di Afganistan
Retno menjelaskan, Indonesia selama ini turut berperan sebagai inisiator pertemuan ulama terkait upaya perdamaian di Afghanistan.
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menekankan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Afganistan.
Hal itu ia sampaikan saat bertemu Menlu Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken dalam First Meeting of Strategic Dialogue atau pertemuan pertama dialog strategis, di Washington DC, Selasa 3 Agustus 2021.
“Perempuan harus diberikan kesempatan untuk membangun Afghanistan ke depan pascakonflik," ujar Retno Marsudi dalam keterangan tertulis yang dilansir Kompas.Com, Rabu 4 Agustus 2021.
Baca juga: Retno Marsudi Beri Apresiasi atas Kerja Sama dan Dukungan AS Selama Pandemi Covid-19
Baca juga: Afganistan Berencana Lakukan Serangan Balasan ke Taliban, Enam Distrik Telah Dikuasai Taliban
Retno menjelaskan, Indonesia selama ini turut berperan sebagai inisiator pertemuan ulama terkait upaya perdamaian di Afganistan.
Keduanya juga sepakat mengenai pentingnya komitmen para pihak di Afghanistan untuk melanjutkan perundingan perdamaian.
Selain itu, Retno dan Blinken juga bertukar pikiran mengenai situasi di Myanmar.
Mereka menyoroti pentingnya penegakan demokrasi di Myanmar, serta perlunya memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar.
Pembahasan juga mencakup soal isu perubahan iklim. Retno menyampaikan progres pemenuhan komitmen Indonesia dalam isu perubahan iklim.
Menurut dia, Indonesia yakin akan dapat memenuhi komitmen penurunan emisi sebanyak 29 persen dengan kapasitas nasional dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030.
Kemudian, Indonesia berharap AS dan negara maju lainnya juga dapat memenuhi komitmennya, termasuk dalam hal penyediaan climate fund untuk mendukung program-program adaptasi.
Retno dan Blinken juga membahas kerja sama kedua negara di bidang kesehatan serta ekonomi. Dalam pertemuan itu, Blinken mengapresiasi peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Indonesia merupakan mitra demokrasi kunci AS dan AS siap bekerja sama dalam berbagai isu-isu penting di kawasan," kata Blinken.
Pada hari yang sama, Retno Marsudi menemui beberapa pihak di AS. Misalnya kalangan industri farmasi dan kesehatan, di antaranya, Eli Lilly dari perusahaan obat-obatan, President dan CEO Arcturus yang bidang farmasinya bergerak dalam pembuatan vaksin mRNA.
Juga Baylor College of Medicine yang merupakan pusat riset pembuatan vaksin protein rekombinan.
Dalam pertemuan dengan Eli Lilly, perusahaan tersebut memberikan dukungan obat-obatan untuk Covid-19 sebesar 51,6 juta dolar AS.
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan perusahaan pengembang vaksin, pihak terkait juga membahas kemungkinan kolaborasi pengembangan vaksin berbasis mRNA di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/retno-marsudi-di-washington.jpg)