Breaking News:

Berita Karangasem

Penumpang Sepi, Pengusaha Angkutan Penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Berencana Jual Fastboat

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai, Luh Putu Eka Suyasmin, mengungkapkan, pengusaha fastboat yang akan menjual fastboat

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
ilustrasi fastboat sandar di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejumlah pengusaha fastboat di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem tujuan Pulau Gili Terawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menjual fastboatnya.

Pemicunya dikarenakan sepi penumpang  semenjak pandemi COVID-19 merebak tahun 2020.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai, Luh Putu Eka Suyasmin, mengungkapkan, pengusaha fastboat yang akan menjual fastboat karena tak sanggup  memenuhi operasional.

Sedangkan penghasilan perusahaan per harinya tidak ada sama sekali dikarenakan penumpang sepi.

Baca juga: Angin Kencang dan Gelombang 1,5 Meter, Boat dari Nusa Penida Sempat Turunkan Penumpang di Padang Bai

"Kayaknya ada pengusaha yang sudah menjual fastboat. Yang berencana menjual (fastboat) juga banyak. Berapa jumlahnya belum tahu. Penyebab utamanya karena sepi. Tak ada penumpang ke Gili Terawangan," kata Luh Putu Eka Suyasmin, Kamis 5 Agustus 2021.

Ditambahkan, dari belasan fastboat yang ada di Pelabuhan Padang Bai hanya 1 fastboat yang masih melayani penyeberangan ke Gili Terawangan hingga kini.

Sisanya memilih tak beroperasi lantaran pemasukan tidak sesuai dengan operasional. Pengusaha fastboat banyak yang  mengeluhkan ini.

Wisatawan domestik serta mancanegara yang menggunakan jasa penyeberangan fastboat hanya ada 15 - 20 orang per harinya.

Dari perusahaan fastboat belum melayani karena jumlahnya masih sedikit. Warga tujuan Nusa Penida  yang pakai fastboat sementara dialihkan ke Kusamba, Kabupaten Kluungkung.

"Juni 2021 lalu sempat ada 3 fastboat yang operasi. Dikarenakan sepi, 2 fastboat memilih berhenti untuk operasi. Sekarang tersisa cuma 1 fastboat. Itupun penumpang  sedikit," imbuh Ni Luh Putu Eka Suyasmin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved