Breaking News:

Berita Badung

Usaha Watersport di Tanjung Benoa Tutup Sementara, Kehilangan Potensi Pendapatan Hingga Rp1,5 Miliar

kawasan Tanjung Benoa ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena disini terkenal menjadi destinasi  watersport atau wisata

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana sepinya salah satu operator watersport di Tanjung Benoa karena tidak beroperasi sementara waktu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Sejumlah perlengkapan watersport seperti speed boat kecil, jetski, banana boat, dan lain sebagainya di sejumlah operator watersport Tanjung Benoa terlihat tak terawat dibiarkan begitu saja, bahkan banyak yang ditumbuhi rumput-rumput liar.

Padahal sebelum adanya pandemi Covid-19, kawasan Tanjung Benoa ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena disini terkenal menjadi destinasi  watersport atau wisata baharinya.

"Ada 23 operator watersport di Tanjung Benoa dan 12 diantaranya merupakan milik Desa Adat dan semua sudah terdaftar di Gahawisri (Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia) Bali.

Dan semuanya tidak beroperasi sejak diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali yang dilanjutkan dengan PPKM Level IV," ujar Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, Kamis 5 Agustus 2021.

Baca juga: Plafon di Gedung Baru RSD Mangusada Badung Jebol, Pemkab Sebut Masih Menjadi Tanggung Jawab Rekanan

Kebijakan menutup sementara operasional operator watersport itu guna mendukung dan menyukseskan upaya pemerintah dalam menekan kasus Covid-19 dengan menerapkan kebijakan PPKM Level IV hingga 9 Agustus 2021 mendatang.

Yonda sapaan akrab Made Wijaya berharap sekali agar kebijakan PPKM Level IV ini tidak lagi diperpanjang, agar operator watersport yang ada dapat beroperasi kembali meskipun kunjungan wisatawan domestik khususnya, tidak ramai.

Warga yang bekerja di operator watersport juga dapat segera kembali bekerja meskipun mereka digaji sementara harian ataupun per ada datangnya wisatawan datang

Setidaknya mereka kembali beraktivitas dan dapat menghidupi keluarganya.

Padahal sebelum adanya pandemi Covid-19 omzet satu operator watersport paling rendah Rp 50 juta per hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved