Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksinasi

Prof Ni Nyoman Puspaningsih: Uji  Preklinis Vaksin Merah Putih pada Hewan Besar

Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, uji preklinis ini melibatkan 40 ekor primata.

Editor: DionDBPutra
wikipedia.org
Makaka. Vaksin Merah Putih kini memasuki uji pada hewan besar sebelum disuntikkan kepada relawan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Vaksin Merah Putih telah memasuki uji pada hewan besar sebelum disuntikkan kepada relawan.

Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, uji preklinis ini melibatkan 40 ekor primata jenis makaka.

"Rencananya kami menyiapkan 40 monyet dan pasti ada cadangan-cadangan jika terjadi sesuatu," ujarnya dalam wawancara eksklusif Tim Vaksin Merah Putih bersama Tribun Network, Kamis 5 Agustus 2021.

Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, pihaknya sempat mengalami kendala dalam menyiapkan hewan besar, sehingga jadwal uji preklinis harus mundur dua minggu.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Penentu Indonesia Soal Produksi Vaksin Mandiri atau Kerja Sama dengan Pihak Lain

Baca juga: Vaksin Merah Putih Ditargetkan Produksi Massal 2022

"Awalnya pesan di Bogor dan ternyata di hari H, saat diperlukan, makaka yang kita pesan belum siap, karena harus skrining dan sebagainya. Kita harus mencari alternatif lain dan akhirnya kita menghubungi BKSDA Jatim," ujar Puspaningsih.

Ia mengatakan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi hewan yang digunakan dalam uji preklinis. Makaka diskrining ketat, katanya, untuk memastikan sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta.

"Alhamdulillah semua bisa dilakukan di Unair, setelah monyet BKSDA lolos skrining lalu dikirim ke rumah sakit hewan dan pendidikan Unair untuk diteliti," jelasnya.

Sebelumnya Puspaningsih mengatakan, uji preklinis terhadap mencit (genetic modified mice) telah menghasilkan kekebalan yang baik. Saat ini memasuki uji pada primate, sebelum melakukan uji klinis terhadap manusia.

Disebutkannya, untuk mempercepat pengembangan Vaksin Merah Putih, dilakukan kolaborasi lembaga riset di antaranya lembaga pemerintah non kementerian, dan perguruan tinggi.

Misalnya LBM Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.

Masing-masing vaksin dikembangkan dari platform berbeda, seperti protein rekombinen, viral vector termasuk inactivated virus, dan genetik menggunakan DNA atau MRNA.

Dikatakannya, pengembangan vaksin dilakukan sesuai prosedur dan cara kerja sesuai standar, atau mengacu good manufacturing practice sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala Badan POM RI Tahun 20212 tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik.

Dukungan Pemerintah

Puspaningsih menyatakan pemerintah mendukung penuh pengembangan Vaksin Merah Putih. Vaksin karya anak bangsa ini dapat segera diproduksi untuk masyarakat mulai April 2022.

"Perhatian pemerintah sudah sangat luar biasa. Hampir setiap hari pemerintah Provinsi Jatim bertanya apa kesulitannya, enggak berhenti-berhenti itu supportnya," ujarnya.

Puspaningsih optimistis uji klinik vaksin Merah Putih ini berjalan lancar dan baik, lantaran sejak awal telah melibatkan kementerian atau lembaga lain, universitas, maupun pihak swasta (triple pentahelix).

"Sejak awal, kita tidak khawatir begitu hasilnya bagus kita libatkan Badan POM dan juga Balitbangkes Kemenkes. Sehingga harapannya Maret dan April 2022 bisa produksi massal produksi untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.

Rampung Akhir Tahun Ini

Pemerintah terus mengembangkan vaksin Covid-19 buatan negeri sendiri yaitu vaksin Merah Putih. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pengembangan vaksin tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 ini atau awal tahun 2022.

"Insya Allah kerja keras ini kita bisa lihat nanti di akhir tahun dan awal tahun depan, apakah kita bisa ada kemajuan dengan vaksin Merah Putih ataupun vaksin kerja sama dengan pihak lain," kata Erick seusai menerima kedatangan vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin 31 Mei 2021.

Dalam mengembangkan vaksin Merah Putih, kata Erick, pemerintah bekerja sama dengan 5 universitas dan 2 lembaga. Universitas dan lembaga tersebut di antaranya Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Tidak cukup di situ, kami juga membuka diri bekerja sama dengan pihak-pihak lain karena kita ingin juga bisa memproduksi vaksin sendiri tidak hanya vaksin impor," ujar Erick.

Diharapkan pengembangan vaksin Merah Putih dapat cepat diselesaikan agar bisa segera digunakan secara massal dan mempercepat program vaksinasi nasional.

Program vaksinasi nasional menyasar 181,5 juta penduduk Indonesia. Lantaran satu orang penduduk mendapat 2 dosis vaksin, maka akan dilakukan 380 juta vaksinasi. Erick mengatakan, pemerintah terus berupaya mempercepat program vaksinasi nasional.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin Merah Putih akan digunakan dalam program pemerintah. Kini pengembangan vaksin tersebut masuk tahap uji praklinis. (tribun network)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved