Breaking News:

Berita Denpasar

Pihak Executive Karaoke Bantah Langgar PPKM Level 4, Siap Diperiksa Satpol PP Denpasar

General Manager Executive Karaoke, I Wayan Armawan, menyatakan siap dipanggil penyidik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar

Ist/Satpol PP Kota Denpasar
Petugas Satpol PP Kota Denpasar saat mendatangi tempat hiburan karaoke di Kota Denpasar yang diduga melanggar aturan PPKM Level 4, Minggu 8 Agustus 2021 - Pihak Executive Karaoke Bantah Langgar PPKM Level 4, Siap Diperiksa Satpol PP Denpasar 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Diduga melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, General Manager Executive Karaoke, I Wayan Armawan, menyatakan siap dipanggil penyidik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar.

Pihaknya mengaku sudah menerima surat panggilan dari Satpol PP Denpasar selaku penegak peraturan daerah berkaitan dengan pelanggaran PPKM Level 4.

"Saya sudah terima surat panggilannya, dan saya siap diperiksa dan memberikan keterangan, kita kooperatif, kemungkinan saya sendiri yang akan datang ke Satpol PP besok," ujar Wayan saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu 8 Agustus 2021.

Wayan membatah jika tempat hiburan karaoke buka dan melanggar protokol kesehatan (prokes) di masa PPKM Level 4.

Baca juga: Angka Covid di Bali Mulai Menurun, Kadiskes Sebut Belum Berani Sebut Akibat Penerapan PPKM Level 4

Ia menyampaikan, bahwa EC tutup sementara dari tanggal 6 Juli 2021 hingga saat ini.

"Kita ngikutin PPKM, kami tutup sejak 6 Juli 2021 sampai dengan saat ini, kami mendukung peraturan pemerintah. Kegiatan ada, kita ada aktivitas general cleaning, namun untuk penerimaan tamu karaoke masih tutup," kata dia.

Pihaknya berharap pandemi Covid-19 dapat segera usai aktivitas tempat hiburan dapat kembali beroperasi normal dengan penerapan protokol kesehatan.

Sejauh ini puluhan karyawan EC terpaksa harus dirumahkan dengan gaji 50 persen dampak dari pembatasan operasional tempat hiburan.

"Harapannya aktivitas segera normal, kami siap buka dengan prokes. Ada banyak karyawan yang menggantungkan hidup dari sini, sementara karyawan dirumahkan dengan gaji 50 persen," pungkas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved