Breaking News:

Berita Klungkung

Update Kasus Korupsi Penjualan Air Tangki PDAM di Nusa Penida, Cabjari Periksa 18 Saksi Tambahan

Cabang Kejaksanaan Negeri Klungkung di Nusa Penida terus melanjutkan penyidikan, terkait dugaan penyalahgunaan hasil penjualan air tangki PDAM Klungku

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, Selasa 9 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Cabang Kejaksanaan Negeri Klungkung di Nusa Penida terus melanjutkan penyidikan, terkait dugaan penyalahgunaan hasil penjualan air tangki PDAM Klungkung Unit Nusa Penida.

Jaksa telah memeriksa 18 saksi tambahan terkait kasus tersebut.

Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra menjelaskan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap 2 oknum pegawai PDAM di Nusa Penida yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni inisial IKN dan IKS.

Baca juga: Inspektorat Klungkung Hanya Miliki 5 Auditor yang Kompeten Hitung Kerugian Negara

"Kedua tersangka belum kami periksa. Sementara kami lanjutkan pemeriksaan saksi-saksi tambahan yang berjumlah 18 orang," ungkap I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, Senin 9 Agustus 2021.

Beberapa saksi yang diperiksa seperti warga pelanggan air di PDAM Klungkung, termasuk dari pihak PDAM Klungkung dan beberapa pegawai di PDAM Unit Nusa Penida.

Baca juga: Wisman Selamatkan Ridho dan Amelia di Klungkung, Lima ABK Terombang-ambing Selama Dua Hari

" Rencana juga kami lanjutkan dengan pemeriksaan ahli, baik ahli pidana maupun ahli keuangan negara. Serta dari labfor Reskrimsus Polda Bali terkait database komputer PDAM yang sudah kami lakukan kloning sebelumnya," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Cabang Kejaksanaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan air tangki PDAM  di Nusa Penida.

Baca juga: Kasus Korupsi Penjualan Air Tangki PDAM Nusa Penida, Perhitungan Kerugian Dimohonkan ke Inspektorat

Kedua tersangka merupakan oknum pegawai PDAM Klungkung unit Nusa Penida.

 Penetapan tersangka dilakukan, Kamis 29 Juli 2021 setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang cukup. Meskipun hasil kerugian negara dari BPKP belum keluar.

Menurut Gede Darmawan Hadi Seputra, dua alat bukti yang dipegang pihak Cabjari sudah cukup untuk menjerat dua oknum pegawai unit Nusa Penida berinisial IKN dan IKS sebagai tersangka. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved