Breaking News:

Berita Gianyar

Pedagang di Bali Timur Kini Bebas Pajak Pertambahan Nilai, Luqman: Biaya Ditanggung Pemerintah

Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sewa bangunan pedagang telah berlaku di Bali Timur, meliputi Kabupaten Gianyar, Klungkung, Bangli

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sewa bangunan pedagang telah berlaku di Bali Timur, meliputi Kabupaten Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem.

Hal tersebut dikatakan, Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim, Selasa 10 Agustus 2021.

Di mana biaya yang seharusnya dibayar oleh penyewa, tahun ini ditanggung pemerintah. 

Kebijakan pemberian insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 102/PMK.010/2021 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Sewa Ruangan atau Bangunan kepada Pedagang Eceran yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. 

Baca juga: ORGANDA Mohon Keringanan Pajak Kendaraan dan KIR, Komisi II DPRD Bali Surati Gubernur Koster

“Insentif ini diberikan untuk PPN yang terutang atas sewa bulan Agustus 2021 sampai dengan bulan Oktober 2021 yang ditagihkan di bulan Agustus 2021 sampai dengan bulan November 2021,” ungkap Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim dalam pers rilisnya.

Kata dia, pedagang eceran yang dimaksud adalah pengusaha yang seluruh atau sebagian kegiatan usahanya melakukan penyerahan barang atau jasa kepada konsumen akhir.

Sementara bangunan atau ruangan yang dimaksud dalam insentif ini dapat berupa toko atau gerai yang berdiri sendiri atau yang berada di pusat perbelanjaan, komplek pertokoan, fasilitas apartemen, hotel, rumah sakit, fasilitas pendidikan, fasilitas transportasi publik, fasilitas perkantoran, atau pasar rakyat.

Baca juga: Anggota Banggar DPRD Denpasar Minta Pemkot Maksimalkan Pendapatan dari Pajak Reklame

Hal ini karena sektor perdagangan eceran menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Adanya pembatasan kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang bertujuan untuk menghindari kerumunan mengakibatkan sebagian besar konsumen beralih menggunakan platform online daripada datang langsung ke toko atau gerai yang tersedia.

Hal tersebut mengakibatkan omzet para pengusaha di sektor ini menurun drastis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved