Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Inilah Sosok Gusti Gde Subamia, Satu-satunya Ketua DPR RI Asal Bali dengan Usia Termuda

I Gusti Gde Sumabia yang merupakan satu-satunya putra Bali yang pernah menduduki jabatan sebagai Ketua DPR RI

Tayang:
Wikipedia
I Gusti Gde Subamia 

TRIBUN-BALI.COM – Mungkin tak banyak masyarakat Bali saat ini yang tahu bahwa pernah ada putra Bali menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Adalah I Gusti Gde Sumabia yang merupakan satu-satunya putra Bali yang pernah menduduki jabatan tertinggi di Gedung DPR RI.

Dan inilah sosok Gusti Gde Sumabia, seperti dikutip Tribun-Bali.com dari Wikipedia, Rabu 11 Agustus 2021.

I Gusti Gde Subamia lahir di Tabanan, 4 Januari 1921.

Beliau juga meninggal di tanah kelahirannya tanggal 31 Desember 1986 pada umur 65 tahun.

Gusti Gde Sumabia merupakan politikus top asal Bali di zamannya.

Ia menjadi politikus dari Partai Nasional Indonesia (PNI).

Puncak kariernya dirasakan pada tahun 1966.

Saat itu ia menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 26 Februari 1966 – 2 Mei 1966.

Baca Juga: TERBARU Syarat Masuk Bali Untuk PPDN Harus Kantongi Hasil Negatif Swab PCR 

Baca Juga: Setiap Dua Pekan Pemerintah akan Lakukan Evaluasi Penerapan PPKM di Luar Jawa-Bali 

Tak hanya menjadi satu-satunya putra Bali yang pernah jadi Ketua DPR RI, Gde Subamia juga merupakan salah seorang politikus termuda yang menjabat Ketua DPR RI.

Dalam sejarah, ada tiga politikus muda yang pernah menjadi Ketua DPR RI.

Selain Gusti Subamia, dua Ketua DPR RI termuda lainnya adalah Achmad Sjaichu dan Puan Maharani yang saat ini masih menjabat.

Namun Gusti Subamia hanya dua bulan menjabat sebagai pemimpin para wakil rakyat di Senayan.

Pasalnya, pada 2 Mei 1966 kepemimpinan dewan dibubarkan.

Selanjutnya, Subamia menjadi anggota biasa di DPR hingga diberhentikan pada 16 Juni 1966.

Terlibat Pemindahan Ibu Kota Provinsi Bali

Karier Gde Subamia diawali dengan menjadi Asisten Kepala Distrik dan juga Mantri Polisi merangkap Kepala Bea di tanah kelahirannya, yaitu Gilimanuk dan Tabanan.

Karier politiknya dimulai tahun 1946 dengan bergabung di Partai Rakyat Indonesia di mana dirinya menjadi wakil ketua.

Tahun 1949, Gde Subamia mendirikan organisasi Kesatuan Pemuda Nasional Indonesia.

Pada 17 Agustus 1949, Gde Subamia ikut mendirikan Partai Gerakan Nasional Indonesia.

Partai ini kemudian pada 26 Desember 1949, melebur menjadi Partai Nasional Indonesia.

Pada 24 Maret 1946, Gde Subamia dilantik menjadi anggota DPR RI dari Partai Nasional Indonesia.

Karier politiknya di Senayan berlangsung kurang lebih sepuluh tahun.

Gde Subamia merupakan tokoh yang terlibat aktif dalam proses pemindahan ibu kota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar.

Ketika itu, Gde Subamia berperan dalam bidang urusan sosial sebagaimana tertuang dalam Peraturan Paruman Agung tahun 1950.

Masih di tahun yang sama, Gde Agung juga dipercaya menjabat dalam bidang urusan sosial pada Dewan Pemerintahan Daerah Bali. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved