Breaking News:

Angka Kematian Hilang dari Indikator Covid-19, Kemenko Marves : Bukan Dihapus, Hanya Tidak Dipakai

Namun hal tersebut disebut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Jodi Mahardi hanya bersifat sementara.

AFP/BAY ISMOYO
Foto udara memperlihatkan kuburan yang disiapkan untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta pada 22 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah menghapus angka kematian dalam indikator penanganan Covid-19. 

Namun hal tersebut disebut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Jodi Mahardi hanya bersifat sementara.

Hal ini dilakukan setelah pihaknya menemukan masalah dalam input data yang menimbulkan angka kematian yang terakumulasi selama beberapa minggu sebelumnya. 

"Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang. Sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” kata Jodi, Rabu (11/8/2021) dikutip dari siaran pers laman Kemenko Marves.

Disebutkan bahwa banyak angka kematian yang ditumpuk atau sedang dicicil pelaporannya.

Laporan tersebut pun menjadi lambat dilaporkan. 

Data yang bias itu, akan berakibat penilaian yang kurang akurat terhadap penentuan level PPKM di suatu daerah.

“Jadi terjadi distorsi atau bias pada analisis, sehingga sulit menilai perkembangan situasi satu daerah," jelasnya.

Di satu sisi,kata Jodi, data yang kurang update juga terjadi karena banyak kasus aktif yang belum terupdate lebih dari 21 hari.

Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan perbaikan untuk memastikan data yang akurat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved