Breaking News:

PON XX Papua

KONI Pusat dan PB PON Mematangkan Buku Panduan Covid-19 PON Papua 2021

Buku panduan tersebut berisi aturan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 selama pelaksanaan pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Editor: DionDBPutra
Ilustrasi
PON Papua 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan pihaknya bersama Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mematangkan buku panduan.

Buku panduan tersebut berisi aturan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 selama pelaksanaan pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Marciano mengungkapkan buku panduan tersebut masih perlu dimatangkan karena perhatian dalam PON Papua nanti bukan hanya soal mengurangi risiko Covid-19, tetapi juga melindungi peserta dan masyarakat dari penyakit malaria.

Baca juga: KONI Bali Temui Gubernur Bali, Janji Akan Bawa Pulang 30 Medali Emas PON Papua

Baca juga: Jelang PON Papua, Pengurus KONI Bali Menginap di Pura Agung Surya Bhuyana Jayapura, Tidur Lesehan

“KONI, Kemenpora sudah berkoordinasi dengan Kemenkes. Buku pedoman segera akan kami luncurkan, beberapa hal ada yang perlu direvisi,” kata Marciano dalam jumpa pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021.

“Untuk PON Papua tidak hanya memberikan perhatian kepada Covid-19, tetapi di sana masalah malaria juga jadi perhatian. Hari ini sudah dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Kesehatan di 33 provinsi untuk mematuhi hal tersebut,” tambahnya.

Marciano menyebut proses entry by name sudah selesai pada 1 Agustus lalu. Seluruh kontingen sudah mendaftarkan atlet dan ofisialnya.

Sebanyak 6.496 atlet dan 3.300 ofisial yang akan berpartisipasi dalam PON Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Dengan jumlah yang mencapai 10.000 orang itu, Marciano mengatakan KONI Pusat selaku penanggung jawab PON akan berupaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti yang telah dilakukan dalam Olimpiade Tokyo, salah satunya dengan vaksinasi atlet.

Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menjelaskan cakupan vaksinasi atlet dan ofisial di seluruh provinsi sudah mencapai 70 persen.

Sementara itu, untuk vaksinasi masyarakat di sekitar arena pertandingan di empat klaster PON baru mencapai 40 persen.

“Kami akan memanfaatkan waktu yang ada sehingga nantinya minimal (vaksinasi masyarakat sekitar arena) sudah mencapai 70 persen,” ujar Marciano.

Ia menegaskan PON Papua 2021 tetap berjalan sesuai rencana, namun menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama.

Selain protokol kesehatan, ia menuturkan arena pertandingan juga hampir selesai dan siap digunakan, kecuali arena rugby dan paralayang yang masih dalam proses penyelesaian.

Ada beberapa cabang olahraga PON yang bakal memulai pertandingannya lebih awal sebelum pembukaan dimulai pada 2 Oktober, di antaranya sofbol putra pada 22 September, polo air dan bisbol pada 23 September, serta wushu pada 29 September 2021. (antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved