Breaking News:

Berita Bali

Sekilas Tentang Seni Arsitektur Bali: Unik, Filosofis dan Lekat dengan Aktivitas Keagamaan

Sekilas Tentang Seni Arsitektur Bali: Unik, Filosofis dan Lekat dengan Aktivitas Keagamaan

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi arsitektur Bali - Ratusan piring kuno menghiasi Bale Kulkul Banjar Ceramcam, Kesiman, Denpasar, Minggu 23 Mei 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seni arsitektur Bali sangat unik sekaligus mengandung filosofi yang berkaitan erat dengan aktivitas keagamaan, khususnya Hindu Bali.

Pada dasarnya seni bangunan dikelompokkan menjadi tiga jenis.

Pertama adalah bangunan yang berstatus tempat suci.

Kedua, bangunan yang keberadaannya difungsikan untuk kegiatan pawongan atau bale.

Ketiga, bangunan yang berfungsi umum, semisal balai banjar, wantilan dan lain sebagainya.

Semua jenis bangunan tradisional Bali sejak zaman dahulu mengikuti petunjuk lontar Asta Bumi.

Kemudian lontar Asta Kosala Kosali, Janantaka, Bhamakrthih, Dewa Tatwa dan Wisma Karma. 

Dari berbagai sumber yang dihimpun Tribun Bali, tata letak, tata ruang bangunan Bali memiliki aturan tertentu.

Aturan itu disebut sikut atau gagulak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved