Corona di Bali
Stok Plasma Konvalesen dan Darah Turun hingga 50 Persen di Bali, PDDI Adakan Donor
Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali alami peningkatan sejak sebulan lalu. Hal tersebut membuat ketersediaan stok plasma konvalesen menurun
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali alami peningkatan sejak sebulan lalu.
Hal tersebut membuat ketersediaan stok plasma konvalesen menurun.
Sebelumnya, plasma konvalesen merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19 khususnya yang bergejala berat.
Melihat hal tersebut, Pemda melakukan kerja sama dengan PDDI, UTD Provinsi Bali, BPBD Kota Denpasar, Dinkes Provinsi Bali dan ASN di Bali mengadakan acara donor plasma konvalesen dan donor darah biasa di Wiswa Sabha pada, Kamis 12 Agustus 2021.
Baca juga: Habiskan Biaya Operasional Hampir 11 Juta, Pengelola TCEC di Bali Harapkan Bantuan Pemerintah
Ketika ditemui, Ketua PDDI Provinsi Bali, Ketut Pringgantara mengatakan untuk saat ini, jumlah calon pendonor plasma konvalesen yang datang ke Wiswa Sabha hari ini sebanyak 10 orang.
"Untuk sementara data terbaru plasma konvalesen data hari ini sudah lebih dari 10 orang diskrining dan besok informasi kelulusannya untuk melakukan donor plasma Konvalesen. Untuk yang datang setengah saja kita sudah senang," katanya.
Baca juga: Polemik Keberadaan ISKCON di Bali, Dirjen Bimas Hindu Kemenag dan Komnas HAM Datangi MDA Bali
Sementara untuk target donor darah biasa yang juga dilakukan hari ini rencananya akan mengambil sebanyak lebih dari 120 kantong darah.
Ketut juga mengatakan, di tengah penerapan PPKM Darurat ini stok darah sangat berkurang karena permintaan yang terus naik.
Baca juga: Koster Mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 14 Tahun 2021, Syarat Masuk Bali Tetap Ketat
"Stok darah sangat berkurang di PPKM dan kebutuhan darah di fase PPKM meningkat terutama pasien TPK (Terapi Plasma Konvalesen) dengan itu kita tidak akan pernah lelah ke banjar-banjar atau ke tempat lainnya untuk menghidupkan kembali kegiatan donor darah," paparnya.
Sama halnya dengan darah biasa, stok plasma konvalesen juga sangat berkurang.
Kurangnya hampir setengah dibandingkan pada hari biasa atau sekitar 50 persen. (*)
Berita lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stok-darah-plasma-konvalesen-di-rsup-sanglah-1.jpg)