Breaking News:

Berita Tabanan

Tiga Kecamatan di Tabanan Berisiko Tinggi Alami Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan Turun

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah memetakan daerah rawan terdampak bencana alam

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Karsiani Putri
I Made Prasetia Aryawan
Salah satu peristiwa bencana alam yang terjadi di Kecamatan Baturiti, Tabanan beberapa waktu lalu. BPBD Tabanan telah memetakan sejumlah daerah rawan bencana alam.  

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah memetakan daerah rawan terdampak bencana alam atau pemetaan kajian risiko bencana di Kabupaten Tabanan, Bali.

Ada tiga wilayah Kecamatan yang rawan terjadi tanah longsor saat musim hujan turun.

Masyarakat di tiga wilayah tersebut juga telah diberikan informasi serta imbauan untuk menghindari dari kemungkinan terjadi bencana alam tersebut.

Menurut data yang berhasil diperoleh dari BPBD Tabanan, ada sembilan potensi bencana yang kemungkinan bisa terjadi di Kabupaten Tabanan seperti banjir, banjir bandang, tsunami, gempa bumi, gelombang ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan dan longsor.

Dari bagian tersebut, ada tiga kecamatan memiliki risiko tinggi bencana longsor, yakni Baturiti, Penebel dan Pupuan.

Sedangkan untuk rawan banjir dan banjir bandang merata hampir di seluruh kecamatan.

BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

“Sejauh ini koordinasi kami lintas Kecamatan sangat baik. Ini bertujuan untuk bisa memberikan pelayanan atau penanganan lebih cepat ketika terjadi bencana alam di Tabanan,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tabanan, I Ketut Supadma saat dikonfirmasi, Kamis 12 Agustus.

Supadma menyebutkan, di Tabanan sendiri ada sembilan potensi bencana yang kemungkinan bisa terjadi seperti banjir, banjir bandang, tsunami, gempa bumi, gelombang ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan dan longsor.

Dari sembilan potensi bencana tersebut, pihaknya sudah melakukan pemetaan yang dijadikan pedoman BPBD Tabanan meskipun hasil pemetaan tersebut merupakan hasil kajian dari BNPB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved