Breaking News:

Berita Klungkung

Lahan Pertanian Sempat Diterjang Gelombang Pasang, Suweni Berharap Ada Bulir Gabah Terselamatkan

Ni Nyoman Suweni (50) hanya bisa pasrah saat melihat padi yang akan Ia panen sudah rusak akibat diterjang gelombang pasang

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Kondisi lahan pertanian warga di Tempek Babakan, Dusun Sidayu, Desa Takmung, Jumat 13 Agustus 2021 yang terancam gagal panen karena diterjang gelombang pasang 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Ni Nyoman Suweni (50) hanya bisa pasrah saat melihat padi yang akan Ia panen sudah rusak akibat diterjang gelombang pasang di Subak Sidayu, Desa Takmung, Klungkung, Kamis 12 Agustus 2021.

Ia berharap masih ada bulir gabah yang bisa diselamatkan sehingga Ia tidak terlampau merugi.

"Padahal saya sudah lama menantikan panen padi ini. Saya sudah senang karena pertumbuhan padinya bagus, tapi saat sudah siap panen malah terkena ombak. Kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi," keluh Suweni saat ditemui di Tempek Babakan, Subak Sidayu, Desa Takmung, Klungkung, Jumat 13 Agustus 2021.

Suweni menceritakan, Ia dan suaminya sebenarnya sudah beberapa kali membuat gundukan tanah untuk menghalangi terjangan ombak.

Namun tetap saja, jika gelombang pasang, air laut sampai ke lahan pertaniannya.

Ia pun mengaku akan segera memanen padinya itu karena jika dibiarkan kondisi gabah yang dihasilkan akan semakin rusak.

"Kalau kena air laut seperi ini, biasanya bulir gabahnya rusak. Tapi tetap saya panen, berharap ada yang masih bisa diselamatkan," ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Klungkung Dapat Tambahan Bantuan Rehab Rumah Sebanyak 200 Unit Dari Kemensos

Sementara Dinas Pertanian Klungkung sudah melakukan pengecekan ke Tempek Babakan, Subak Sidayu, untuk mengecek luasan padi yang terdampak gelombang pasang.

"Dari hasil pengecekan, luasan yang terkena air laut seluas 70 are. Yang berpotensi gagal panen seluas 22 are," ungkap Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi dengan mengajak petani setempat mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

"Kawasan lahan pertanian di Tempek Babakan, Subak Sidayu selama ini memang rentan terkena gelombang pasang. Kami sudah arahkan petani setempat ikut AUTP, dan semuanya petani di wilayah itu sudah ikut AUTP. Nanti jika 75 persen lahannya gagal panen, akan dapat klaim asuransi dari Pemerintah," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved