Breaking News:

Berita Tabanan

Perbekel dan Bendesa Adat di Tabanan Diminta Melakukan Pengawasan Terhadap Warga yang Isoman

Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan telah meminta seluruh Perbekel dan Bendesa Adat di seluruh Tabanan untuk melakukan pengawasan

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Karsiani Putri
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI- Ruangan khusus untuk warga yang melaksanakan Isoman 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan telah meminta seluruh Perbekel dan Bendesa Adat di seluruh Tabanan untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman).

Jika masih ada, masyarakat diharapkan kesadarannya untuk tidak lagi melakukan isoman dan menuju tempat isolasi terintegrasi (isoter) yang telah disediakan.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tabanan.

Menurut data yang diperoleh, hingga Kamis 12 Agustus 2021 sudah ada 9.012 warga yang positif.

Saat ini yang masih menjalani perawatan sebanyak 1.384 orang, sembuh sebanyak 7.245, meninggal 383 orang, dan yang menjalani isolasi mandiri (isoman) sebanyak 949 orang.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Sekretaris Satgas penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila menyampaikan, selama ini peningkatan kasus positif kerap disebabkan oleh penularan dari klaster keluarga, kegiatan keagamaan dan lainnya.

Munculnya klaster tersebut disebabkan oleh masih banyaknya warga positif yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Pria yang menjabat sebagai Sekda Tabanan ini juga menegaskan kepada seluruh Perbekel dan Bendesa Adat untuk memantau perkembangan kasus di setiap wilayah.

Salah satunya adalah mengawasi pergerakan dari warga yang melakukan isoman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved