Breaking News:

Berita Jembrana

Perketat Kapal Pengangkut Limbah B3, Respons Tragedi Tenggelamnya KMP Yunicee di Jembrana Bali

Belasan orang meninggal dan puluhan belum ditemukan dalam tragedi tenggelamnya KMP Yunicee beberapa waktu lalu

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Ist/BPTD
Edukasi oleh BPTD Gilimanuk kepada pengguna jasa dan pengusaha pengangkutan limbah B3 - Perketat Kapal Pengangkut Limbah B3, Respons Tragedi Tenggelamnya KMP Yunicee di Jembrana Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Belasan orang meninggal dan puluhan belum ditemukan dalam tragedi tenggelamnya KMP Yunicee beberapa waktu lalu.

Tiga orang ditetapkan menjadi tersangka dalam persitiwa tersebut.

Mereka adalah IS selaku nakhoda kapal, NW selaku Kepala Cabang KMP Yunicee, dan RMS sebagai syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang.

Kini Pelabuhan Ketapang melakukan pengetatan terhadap kapal dan menata kembali Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Baca juga: TERBARU: Soal Tragedi KMP Yunicee, Polisi Tetapkan 3 Tersangka & Ungkap Penyebab Tenggelamnya Kapal

Perwira Regu II selaku Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk, Abdul Hamid mengatakan pihaknya mengawasi pemuatan kendaraan pengangkut limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan penataan di dalam kapal.

Terkait pengetatan pengangkutan limbah B3 di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk diawali dengan edukasi kepada para pengguna jasa tentang peraturan menteri perhubungan nomor 103 tahun 2017 tentang pengendalian dan pengaturan kemdaraan yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan.

“Kami lakukan proses edukasi supaya kemudian tidak terjadi lagi kecelakaan yang dapat menyebabkan kecelakaan laut. Kami perketat, awasi dan tata Pelabuhan Gilimanuk,” ucapnya, Jumat 13 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, salah satu pasal dari peraturan Menhub itu bahwa kendaraan pengangkut B3 melapor kepada operator pelabuhan sebelum melakukan pemuatan.

Kapal penyeberangan yang mengangkut kendaraan B3 tidak boleh mengangkut kendaraan lain selain kendaraan pengangkut B3.

Baca juga: UPDATE: Jasad Mengapung Diduga Korban KMP Yunicee Ditemukan di Perairan Jembrana

Edukasi tentang Permenhub disampaikan kepada para pengguna jasa dan perusahan pengolah dan pengangkut B3 dimulai dari juni 2021 sampai dengan agustus 2021.

“Untuk selanjutnya september 2021 akan dilakukan penegakan hukum apabila ada pelanggaran terhadap pemuatan b3 tanpa prosedur sesuai peraturan yang berlaku. Proses penegakan hukum melibatkan unsur kepolisian dan penegak hukum lainnya,” bebernya. (*).

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved