Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Atlet Voli China Tempuh Jalur Hukum Setelah Disudutkan karena Gagal Raih Emas Olimpiade 2020

Pihak kepolisian, sebagaimana dikutip media di China, Minggu 15 Agustus 2021, menerima laporan dari penasihat hukum Zhu mengenai maraknya rumor

Editor: DionDBPutra
AFP/YURI CORTEZ
Para pemain bolavoli putri AS merayakan sukses meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan Brasil di Ariake Arena Tokyo, 8 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Kapten tim nasional bola voli putri China Zhu Ting menempuh jalur hukum dalam menghadapi rumor yang menyudutkan dirinya atas kegagalan mempertahankan prestasi meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

"Bukti sudah dikumpulkan. Minta polisi untuk segera menyelidiki. Selanjutnya pengadilan," demikian postingan Zhu yang telah terverifikasi oleh Toutiao, akun berita populer di China.

Dalam postingan tersebut juga ditampilkan tangkapan layar pengesahan dari kantor notaris di Distrik Xuhui, Shanghai, dan bukti laporan yang dikeluarkan pihak Kepolisian Kota Shanghai.

Pihak kepolisian, sebagaimana dikutip media di China, Minggu 15 Agustus 2021, menerima laporan dari penasihat hukum Zhu mengenai maraknya rumor yang merugikan kliennya tersebut.

Baca juga: UPDATE: Jokowi Serahkan Bonus Rp 5,5 Miliar ke Greysia Polii/Apriyani, Peraih Medali Emas Olimpiade

Baca juga: Inilah 10 Atlet Paling Menawan Penampilannya di Olimpiade Tokyo 2020

Namun atlet putri berusia 27 tahun tersebut tidak menyebutkan secara spesifik mengenai rumor itu. Dia juga tidak menyebutkan siapa pelaku yang dimaksud.

Tim voli putri China gagal mempertahankan prestasinya sebagai peraih medali emas pada Olimpiade Rio 2016.

Di luar dugaan, mereka terpuruk di posisi kesembilan pada Olimpiade Tokyo yang berakhir pekan lalu setelah menelan tiga kali kekalahan secara berturut-turut dari Turki, Amerika Serikat, dan Komite Olimpiade Rusia (ROC).

Amerika Serikat akhirnya meraih medali emas voli putri setelah mengalahkan tim Brasil di babak final.

Kepala pelatih tim voli putri China Lang Ping mengatakan, Zhu mengalami cedera pada pergelangan tangan kanannya yang sangat mempengaruhi penampilannya di Tokyo.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Lang mengistirahatkan Zhu pada dua pertandingan tersisa yang berakhir dengan kemenangan, namun tidak bisa membantu tim kampiun tersebut.

Beberapa warganet di China berspekulasi atas lemahnya kerja sama dalam tim sehingga hasilnya pun buruk.

Namun sejumlah warganet lainnya mendukung langkah hukum yang ditempuh oleh atlet berpostur 198 centimeter yang pernah memperkuat klub Vakifbank Istanbul, Turki itu.

Zheng Jian selaku kuasa hukum Zhu mengatakan bahwa kliennya ingin pembuat rumor tersebut segera dipidana.

"Tindakan Zhu menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat China tentang perlindungan hak-hak pribadi yang tertuang dalam hukum," kata Zheng dikutip China Daily. (antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved