Breaking News:

Corona di Bali

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Bali, Dukung Keputusan Pemerintah Titip Jenazah Maksimal 2 Hari

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan bahwa penitipan jenazah hanya boleh dilakukan maksimal dua hari di faskes atau rumah sakit.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kondisi ruang jenazah di RSD Mangusada Kabupaten Badung yang overload pada Minggu 15 Agustus 2021 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya pemerintah telah menetapkan bahwa penitipan jenazah hanya boleh dilakukan maksimal dua hari di faskes atau rumah sakit.

Mengenai hal tersebut, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Bali, mendukung penitipan jenazah selama dua hari di rumah sakit.

Hal tersebut senada dengan Surat Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali mengenai penanganan jenazah umat Hindu yang terpapar Covid-19.

Baca juga: BPBD Denpasar Kewalahan Antar Jenazah, Petugas Dituntut Cermat Atur Jadwal Saat Ada Dewasa Ayu

Ketua Persi Bali dr.Gusti Ngurah Anom, MARS juga menuturkan, mengacu pada surat PHDI itu, ia pun mengimbau kepada pihak rumah sakit di Bali untuk membuat pengumuman mengenai batas waktu penitipan jenazah selama dua hari. 

"Saya selaku ketua Persi, mengimbau kepada rumah sakit yang punya tempat penitipan jenazah untuk menghimbau edaran tersebut, selama maksimal dua hari penitipan."

Baca juga: Pemprov Keluarkan SE Penitipan Jenazah Maksimal 2 Hari - Gelar Upacara di Denpasar Lapor ke Satgas

"Diharapkan (masyarakat) patuh dengan regulasi ini karena, tentu kita di masa pandemi harus mengurangi kerumunan, supaya berjalan lancar dan tidak terjadi kontak erat dengan orang yang meninggal," ungkapnya pada, Senin 16 Agustus 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah adanya surat tersebut, kamar jenazah di rumah sakit mendapat sirkulasi yang lebih baik.

"Ya, memang akhirnya didata, awalnya kan tidak didata, sekarang dinas kesehatan kota, provinsi mulai mendata (tempat mayat)," paparnya.

Baca juga: 9 Jenazah Masih Dititipkan di RSU Bangli, Tujuh Diantaranya Terpapar Covid-19

Beberapa rumah sakit di Bali, salah satunya RS Wangaya dilaporkan mengalami overload jenazah.

dr Anom menerangkan, dari 31 kapasitas kamar mayat, diisi 71 jenazah.

Dengan terpaksa, rumah sakit tersebut menambah kamar jenazah sementara.

Jika situasi itu terus berlangsung, dikhawatirkan juga menjadi penyebab transmisi penyebaran virus Covid-19. (*) 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved