Breaking News:

Berita Bali

Soal Maraknya Travel Gelap yang Beroperasi di Bali,PAWIBA Sebut Bisa Mematikan Usaha yang Punya Izin

I Nyoman Sudiartha mengatakan travel gelap yang tidak memiliki izin ini membuat pelaku usaha yang berizin pusing dan bisa mematikan pergerakan ekonomi

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Ketua Pawiba I Nyoman Sudiartha saat ditemui di Kantornya pada Senin 16 Agustus 2021 pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait travel gelap atau bodong yang beroperasi di wilayah Bali, membuat Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (PAWIBA) I Nyoman Sudiartha ikut memberikan tanggapan.

I Nyoman Sudiartha mengatakan travel gelap yang tidak memiliki izin ini membuat pelaku usaha yang berizin pusing dan bisa mematikan pergerakan ekonomi usahanya.

Adapun dengan hal itu, ia menginginkan agar ada perlindungan ataupun proteksi dari Pemerintah agar komunitas ataupun organisasi yang bergerak di jasa transportasi wisata bisa mendapatkan perlindungan.

"Kami dari Pawiba itu menginginkan suatu perlindunganlah atau proteksi dari Pemerintah supaya komunitas kami, khususnya angkutan bus pariwisata di Bali bisa dilindungi dari keterpurukan ekonomi selama masa pandemi ini," ujar I Nyoman Sudiartha, Senin 16 Agustus 2021.

Baca juga: Terkait Aktivitas Travel Gelap di Bali, Kadispar: Akan Ditindak Terhadap yang Ilegal Itu

Saat ditemui di depan Kantor Pawiba Denpasar Jalan Puputan Renon, Denpasar lebih lanjut ia sudah mengajukan perlindungan hukum ke Komisi II DPRD Bali.

Bahkan tidak hanya masalah travel gelap, pihaknya juga dipusingkan dengan pembiayaan-pembiayaan yang harus disetorkan ke pihak finance.

Mengingat banyak komunitasnya yang kesulitan untuk melakukan pembayaran ke pihak finance, sehingga dikhawatirkan ada penarikan dari pihak finance.

"Harapan kami, pengusaha kami dilindungi dari penarikan unit armada yang dilakukan oleh pembiayaan-pembiayaan, khususnya dari finance ini," tambahnya.

Mengenai unit armada yang tergabung dalam Pawiba terdaftar ada ribuan lebih, namun karena dampak pandemi setidaknya ada 1.400 unit yang hilang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved