Breaking News:

Berita Bali

Tarif Tertinggi Tes PCR Rp 495 Ribu,Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Diprediksi Meningkat

Hasil akan keluar dalam jangka waktu 1x24 jam dan diinformasikan langsung kepada penumpang berupa softcopy melalui WhatsApp messenger ataupun email

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis 12 Agustus 2021. Tarif Tertinggi Tes PCR Rp 495 Ribu,Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Diprediksi Meningkat 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan mengikuti aturan ataupun kebijakan tarif pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari pemerintah pusat.

"Kami selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang bekerjasama dengan RS Bali Jimbaran dalam penyediaan fasilitas pelayanan tes PCR tentu akan meng-update tarif sesuai yang ditetapkan pemerintah," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Senin 16 Agustus 2021.

Pelayanan tes PCR di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebelumnya ditetapkan Rp 900 ribu, dimana untuk yang pelaksanaannya bekerjasama dengan RS. Bali Jimbaran.

Hasil akan keluar dalam jangka waktu 1x24 jam dan diinformasikan langsung kepada penumpang berupa softcopy melalui WhatsApp messenger ataupun email yang bersangkutan.

Baca juga: Masuk/Keluar Bali Cukup Pakai Hasil Antigen, Pemerintah Ubah Ketentuan PPDN Melalui Bandara

Melihat tarif tertinggi pemeriksaan tes PCR telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, menurut Taufan Yudhistira akan berpengaruh terhadap trafik pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Yang pasti harga tes PCR sudah turun, dengan aturan bisa menggunakan hasil rapid antigen saja sudah terjadi peningkatan dalam tiga hari terakhir.

Kami prediksikan akan terjadi peningkatan trafik pergerakan penumpang baik yang masuk dan keluar Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa aturan syarat perjalanan antar Pulau Jawa-Bali bisa menggunakan hasil tes antigen tapi dengan catatan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap (dua kali suntik)

Dan selama tiga hari terakhir terjadi peningkatan penumpang.

"Setelah ada perubahan kebijakan syarat perjalanan pengguna moda transportasi udara beberapa hari lalu, kini rata-rata kedatangan domestik sudah diatas 2 ribu penumpang dalam tiga hari terakhir ini," imbuh Taufan Yudhistira.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Rp 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

Dengan demikian Harga pemeriksaan RT-PCR turun sebanyak 45 persen dari harga sebelumnya.

Tarif tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang diterbitkan hari Senin tanggal 16 Agustus 2021.

‘“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp 495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali

Baca juga: Kemenkes Tetapkan Tarif Tertinggi Tes PCR di Pulau Jawa dan Bali Rp 495 ribu

Serta sebesar Rp 525 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” ujar Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir di Jakarta dalam keterangan tertulisnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved