Breaking News:

Berita Bali

Terkait Pembukaan Objek Wisata di Bali, Kadispar Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Kita ikut dulu secara baik semua peraturan-peraturan Pemerintah tersebut, supaya Covid-19 bisa melandai dulu," ujar I Putu Astawa, Senin 16 Agustus

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kadispar Bali I Putu Astawa bersama Kombes Pol Harri Sindu Nugroho selaku Dirpamobvit Polda Bali dan Ketua Pawiba Bali I Nyoman Sudiartha serta Ketua AMPB Gusti Sutawa. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait objek wisata di Pulau Bali yang tutup sejak PPKM Darurat hingga saat ini masih belum dipastikan kapan dibuka kembali.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali I Putu Astawa pembukaan objek wisata akan ditentukan setelah ada kebijakan dari Pemerintah Pusat dan melihat kasus Covid-19 di Bali.

"Itu yang membuat kebijakan pusat, Satgas Covid-19, Menteri Dalam Negeri kan ada instruksinya itu.

Kita ikut dulu secara baik semua peraturan-peraturan Pemerintah tersebut, supaya Covid-19 bisa melandai dulu," ujar I Putu Astawa, Senin 16 Agustus 2021.

Baca juga: Pedagang Makanan di Pantai Sanur Akui Sulit Mengais Rezeki Selama PPKM, Wildan Harapkan Ada Solusi

Putu Astawa menjelaskan lebih lanjut, pihaknya memperkirakan obyek wisata di Bali dibuka setelah menunggu kasus harian Covid-19 menurun.

Mengingat saat ini kasus Covid-19 di wilayah Bali masih mencapai angka 1.000 lebih, namun jika angka hanya ratusan kemungkinan akan dibuka kembali.

"Ya kalau nanti rumah sakit penuh dan kewalahan kan habis juga dana pemerintah, terkuras untuk penanganan Covid-19,"

"Sekarang Bali masih diangka 1.000 lebih, ya kalau saja bisa di angka ratusan mungkin 150, kita bisa buka lagi," terangnya.

Kadispar Bali ini pun berharap angka penularan Covid-19 bisa menurun, bahkan untuk mengatasi permasalahan ini Gubernur Bali juga sudah mulai melakukan isolasi terpusat (isoter).

"Tapi kita sependapat antara menyeimbangkan kepentingan kesehatan dengan kepentingan ekonomi," kata Putu Astawa.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved