Breaking News:

Berita Bangli

Wayan Rati Asal Bangli Ditemukan Meninggal di Gubuk Belakang Rumah

Seorang wanita berusia 68 tahun asal Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Bangli, Bali ditemukan meninggal dunia pada Selasa 17 Agustus 2021.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Petugas medis saat melakukan pemeriksaan luar jenazah Wayan Rati. Ia ditemukan meninggal gantung diri di gubuk belakang rumahnya asal Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Bangli, Bali, Selasa 17 Agustus 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Seorang wanita berusia 68 tahun asal Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Bangli, Bali ditemukan meninggal dunia pada Selasa 17 Agustus 2021.

Wanita bernama Ni Wayan Rati itu meninggal dengan cara gantung diri.

Hal tersebut diketahui sekitar pukul 03.00 wita.

Berawal saat anak korban yang bernama I Nengah Sugiri mendengar supir angkot langganan memanggil-manggil nama ibunya untuk diantar ke pasar.

Baca juga: Terima Remisi Umum, Empat Warga Binaan di Bangli Langsung Bebas Hari Ini 

Pria 47 tahun itupun bergegas mendatangi kamar ibunya, dan memanggil dari luar kamar.

Namun karena ibunya tak kunjung keluar kamar, Sugiri menghampiri supir angkot itu, dan meminta untuk meninggalkan ibunya.

Tak berselang lama, Sugiri kembali menghampiri kamar Wayan Rati, namun ibunya tersebut sudah tidak ada di dalam kamar.

Dirinya pun segera mencari di sekitar rumah, dan terkejut saat melihat sang ibu dalam posisi menggantung di gubuk belakang rumah.

Baca juga: Sepekan Bangli Naik Level PPKM, BOR Menurun Namun Kasus Aktif Meningkat

Melihat kejadian tersebut, Sugiri segera memanggil kakaknya yang bernama I Wayan Sumantra untuk memberitahukan peristiwa yang baru ia lihat, serta menurunkan korban dari palang bambu.

Kapolsek Susut, AKP I Gede Widia Adyana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, lanjutnya, tidak ditemukan luka fisik melainkan ditemukan tanda-tanda umum kematian akibat gantung diri.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Bertambah 136 Dalam Dua Hari di Bangli

“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban sering mengeluh sakit perut. Diduga inilah penyebab korban melakukan tindakan bunuh diri,” tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved