Corona di Indonesia

Kimia Farma Patok Harga Tes PCR Jadi Rp 495 Ribu, Tarif Swab Antigen Ikut Turun

Kimia Farma menurunkan harga tes PCR yang sebelumnya dipatok seharga Rp 900 ribu menjadi Rp495 ribu.

Editor: DionDBPutra
Ilustrasi
Kimia Farma menurunkan harga tes PCR yang sebelumnya dipatok seharga Rp 900 ribu menjadi Rp 495 ribu. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sebagai perusahaan BUMN PT Kimia Farma (Persero) Tbk langsung menjalankan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang penurunan tarif/harga tes polymerase chain reaction (PCR).

Kimia Farma menurunkan harga tes PCR yang sebelumnya dipatok seharga Rp 900 ribu menjadi Rp495 ribu.

Penurunan tarif tes PCR itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

Baca juga: Tarif Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Turun Jadi Rp 495.000

Baca juga: Tarif Tertinggi Tes PCR Rp 495 Ribu,Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Diprediksi Meningkat

”Kimia Farma langsung melaksanakan arahan pemerintah tentang penurunan tarif tes PCR sebagai bentuk komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam siaran pers, Rabu 18 Agustus 2021.

”Dengan demikian akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses tes COVID-19 yang berujung pada perbaikan iklim Kesehatan Indonesia secara menyeluruh," imbuhnya.

Tak hanya menurunkan harga tes PCR, Kimia Farma juga menurunkan tarif tes swab antigen. "Selain menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 495 ribu kami juga menurunkan tarif swab atau rapid antigen," kata Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra.

Ia menjelaskan harga swab antigen turun dari Rp190 ribu menjadi Rp 85 ribu untuk jenis alat reguler. Sedangkan harga swab antigen dengan merk Abbott Panbio turun dari Rp190 ribu menjadi Rp125 ribu.

Agus memastikan Kimia Farma sebagai bagian dari Holding Farmasi BUMN berkomitmen menjalankan tugas pemeriksaan Covid-19 guna memberi pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

”Profesionalisme akan berlaku pada seluruh klinik Kimia Farma yang menyelenggarakan tes PCR dan swab antigen. Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan atau testing Covid-19,” tegas Agus.

Sempat beredar informasi bahwa terdapat dua surat edaran dari Kimia Farma Diagnostika yang menyebutkan bahwa harga tes PCR dan swab antigen yang sebelumnya sudah diputuskan turun kembali dinaikkan.

Surat edaran pertama Kimia Farma Diagnostika dengan nomor 148/YN000/KFD/VIII/2021 menyatakan bahwa harga tes PCR turun dari Rp900 ribu menjadi Rp500 ribu, harga swab antigen Abbott Panbio turun dari Rp190 ribu menjadi Rp125 ribu, swab antigen regular turun dari Rp190 ribu menjadi Rp85 ribu.

"Harga di atas berlaku mulai 16 Agustus 2021," tulis manajemen dalam surat pertama tersebut.

Setelah itu beredar pula surat edaran dengan kop Kimia Farma Diagnostika dengan nomor surat 149/YN000/KFD/VIII/2021 yang menyatakan surat edaran sebelumnya dibatalkan atau ditunda menunggu peraturan Kementerian Kesehatan.

Dalam surat kedua itu disebutkan bahwa harga tes PCR kembali menjadi Rp900 ribu, dan harga swab antigen kembali menjadi Rp190 ribu.

Namun adanya surat edaran itu kemudian dibantah oleh pihak Kimia Farma. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro mengatakan surat edaran itu tak resmi karena tak ada tanda tangan manajemen. "Dokumen tersebut kan tidak ada tanda tangannya," kata Ganti.

Hak senada dikatakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Ia mengatakan surat tersebut hoaks. Pasalnya, tak ada tanda tangan manajemen di surat tersebut.

"Kan tidak ada tanda tangannya. Kalau tidak ada (tanda tangannya) kan bisa dikatakan hoaks," jelas Arya.(tribun network/yud/rin/dod)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved