SOSOK Ryan Jombang, Pembunuh Berantai 11 Orang yang Ribut dengan Habib Bahar di Lapas

Nama Ryan Jombang pun menjadi daftar pencarian dengan jumlah hampir 3 ribu cuitan setelah beredar kabar dia dianiaya Bahar bin Smith.

Editor: Bambang Wiyono
kompas.com
Ryan Jombang saat berada di Lapas Gunung Sindur Bogor. 

TRIBUN-BALI.COM, BOGOR - Inilah sosok Ryan Jombang yang namanya sejak Rabu malam hingga hari ini, Kamis 19 Agustus 2021 trending di Twitter.

Nama Ryan Jombang pun menjadi daftar pencarian dengan jumlah hampir 3 ribu cuitan.

Menurut penelusuran TribunnewsBogor.com, nama Ryan Jombang trending di Twitter usai dirinya diduga dianiaya Habib Bahar.

Habib Bahar bin Smith merupakan terpidana kasus penganiayaan dua remaja yang juga santrinya.

Kini, Habib Bahar bin Smith kembali jadi perbincangan lantaran menganiaya sesama narapidana.

Bahar Smith diduga menganiaya Ryan Jombang di dalam penjara Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Gegara Uang di dalam Lapas, Ryan Jombang dan Bahar bin Smith Bertikai

Menurut pengacara Ryan Jombang, Kasman Sangaji mengatakan Ryan dianiaya Bahar Bin Smith karena persoalan utang.

"Bukan selisih paham tapi Ryan yang dianiaya Habib Bahar," kata Kasman Sangaji. 

Baca juga: Diduga Aniaya Driver Taksi Online, Habib Bahar bin Smith Bakal Kembali Duduk di Kursi Pesakitan

Siapa Sosok Ryan Jombang?

Nama Ryan Jombang sebelumnya pernah viral dan jadi perbingangan.

Pemilik nama asli Very Idham Henyansyah ini merupakan terpidana mati kasus pembunuhan berantai.

Ia telah membunuh 11 orang di Jakarta dan Jombang, dalam rentang waktu 2006-2008.

Kisah Ryan diangkat dalam film dokumenter pada 17 Oktober 2010 di sebuah jaringan televisi yang dimiliki Astro All Asia Networks, Crime&Investigation Network.

Film dokumenter ini diberi judul Ryan: The Smiling Serial Killer.

Film dokumenter ini berisi wawancara Ryan Jombang dan disebut ekslusif oleh pihak jaringan televisi tentang kehidupan pribadi dan kejahatan yang ia lakukan.

Aksi pembunuhan yang dilakukan Ryan Jombang sebagian besar dilakukan karena alasan ekonomi.

Pengadilan Negeri Depok pada 6 April 2009 menjatuhkan pidana mati pada Very Idham Henyansyah.

Dia mengajukan banding dan kasasi, tapi ditolak.

Ryan Jombang kembali mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung, tapi tetap ditolak dan dijatuhi pidana mati.

Walau Ryan Jombang dijatuhi hukuman mati, tapi hingga saat ini belum kunjung dieksekusi.

Awal Mula Kasus Pembunuhan Ryan Jombang Terkuak

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, kasus Ryan terbongkar berawal dari penemuan potongan tubuh di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008.

Diketahui, mayat tersebut adalah Heri Santoso (40) seorang manager di perusahaan swasta di Jakarta.

Pembunuhan dilatarbelakangi rasa cemburu saat Heri tertarik dengan Noval kekasih Ryan dan menggodanya agar rela jika sang kekasih tidur dengannya.

Heri dibunuh di apartemen Ryan. Lalu pria asal Jombang itu menggunakan ATM milik Heri untuk berfoya-foya.

Wajahnya terekam kamera saat ia mengambil uang ATM milik Heri. 

Setelah kasus tersebut mencuat, muncul laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya yang dekat dengan Ryan.

Ia pun mengaku telah membunuh 10 nyawa lainnya di Jombang.

Polisi kemudian menemukan 4 kerangka di bekas kolam ikan belakang rumah orang tua Ryan di Jombang.

Sementara 6 korban lainya ditanam di halaman belakang.

Total ada 11 korban pembunuhan Ryan dan salah satunya adalah bocah 3 tahun bernama Sylvia Ramadani Putri anak dari korban Nanik Hidayati (3).

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, saat masih duduk di Kelas III SMP Tembelang, Jombang sekitar tahun 1995, Ryan Jombang juga hampir membunuh ibunya, Kasiatun.

Saat itu Kasiatun baru saja membawa Ryan pulang dari RS Gatoel, Mojokerto. Ryan yang stres berat menjalani perawatan selama 2 pekan di rumah sakit tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kasiatun saat menjalani pemeriksaan di Polres Jombang pada Minggu (27/7/2008).

"Saya menyesal sekaligus minta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat," katanya.

Kasiatun mengaku, dirinya dan sang suami sama sekali tidak mengetahui pembunuhan yang terjadi di rumah mereka.

"Kalau saya mengetahui tentu saya tidak berani masuk rumah," katanya.

Terkait orientasi seksual Ryan, Kasiatun mengatakan bahwa Ryan mulai berubah pada tahun 1990-an saat duduk di kelas III SMP.

Ryan Jombang Dianiaya Habib Bahar

Pengacar Ryan Jombang, Kasman Sangaji menuturkan kliennya, Ryan Jombang telah dianiaya Habib Bahar bin Smith.

Dugaan penganiyaan yang dilakukan Habib Bahar kepada Ryan Jombang ini terjadi di Lapas Gunung Sindur.

Akibat penganiayaan tersebut, Ryan Jombang mengalami luka serius di bagian wajah.

Bahkan menurut Kasman, Ryan Jombang sempat muntah darah.

"Muka dan bibir pecah dan bengkak. Dan muntah darah," kata Kasman

Saat ini, kata Kasman, Ryan Jombang masih menjalani perawatan di klinik Lapas Gunung Sindur.

"Sekarang masih dirawat di klinik," ujar Kasman.

Berawal dari Utang Rp 10 Juta

Kepala Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto mengatakan, perselisihan antara Habib Bahar dengan Ryan Jombang disebabkan persoalan uang.

"Masalah tentang uanglah," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (18/8/2021).

Sayangnya, Mujiarto tidak menjelaskan secara rinci permasalahan tersebut.

Perselisihan yang bermula dari uang juga dibenarkan pengacara Ryan Jombang, Kasman Sangaji.

Kasman menyebut, Habib Bahar bin Smith berutang kepada Ryan Jombang sebesar Rp 10 juta.

"Pinjam bertahap Rp 10 juta. Belum dibayar, Habib Bahar yang berutang," kata Kasman.

"Lalu Ryan dianiaya intinya begitu," tambahnya.

Belum diketahui untuk apa Habib Bahar meminjam uang kepada Ryan Jombang sebesar Rp 10 juta.

Akan Lapor Polisi Meski Sudah Damai

Rencananya, lanjut Kasman, Ryan Jombang akan melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian.

"Ada (rencana lapor polisi), tapi kami lagi kumpulkan bukti-bukti," kata Kasman.

Kasman juga menceritakan, kejadian penganiayaan terhadap Ryan Jombang terjadi pada Minggu (15/8/2021) dan Senin (16/8/2021).

Setelah kejadian itu, tim pengacara mendapatkan laporan dan langsung meluncur ke lapas.

"Iya sudah kemarin (pendampingan), ketemu (Ryan Jombang)," kata Kasman.

Sementara itu Kepala Lapas Gunung Sindur, Mujiarto justru memberi keterangan berbeda.

Menurut Mujiarto, Ryan Jombang bukan dianiaya oleh Habib Bahar bin Smith.

Bahkan Ryan Jombang dan Habib Bahar disebut sudha berdamai.

"Nggak bukan menganiaya. Jadi ada persisihan di lapas. Itu kan sulit dihindari perselisihan, tapi sudah selesai," kata Mujiarto seperti dikutip dari Tribun Jabar.

"Sudah kami selesaikan, dalam arti, Ryan juga tidak keberatan. Memang dia yang salah, ada kesalahan lah, biasa di lapas," ucapnya. (TribunBogor)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Sosok Ryan Jombang, Pembunuh Berantai Habisi 11 Orang, Kini Diduga Dianiaya Habib Bahar di Penjara, 

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved